Ini Bahaya Menyimpan Uang di Koperasi, Awas Tidak Aman!

Bahaya Menyimpan Uang di Koperasi Awas Tidak Aman

Koperasi adalah organisasi ekonomi untuk kepentingan anggotanya. Namun, koperasi banyak disalahgunakan sehingga menyimpan uang dalam bentuk tabungan atau deposito di koperasi sangat berbahaya dan tidak aman.

Dalam banyak kasus, pemilik koperasi menggelapkan dana anggota (nasabah) yang sudah mencapai aset miliaran. Akibatnya, anggota kehilangan dana yang dia simpan di koperasi, entah dalam bentuk tabungan atau deposito.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah misalnya. Dalam beberapa kasus, pengurus koperasi melarikan uang milik anggota (nasabah) yang mencapai Rp 30 miliar.

Satu kasus terbaru di Juwana, uang milik anggota (nasabah) dengan jumlah sekitar Rp 100 miliar tidak bisa dikembalikan.

Polisi sempat menggeledah koperasi tersebut untuk keperluan penyidikan. Sebagian anggota ada yang menabung deposito Rp 60 juta sampai Rp 500 juta.

Mereka dijanjikan mendapatkan bunga sebesar 2 persen per bulan. Bukannya dapat bunga, uang mereka yang diinvestasikan pun hilang begitu saja.

Koperasi di berbagai daerah, kabupaten atau kota juga kerap mengalami kolaps. Selain faktor penggelapan, juga karena pengelolaan koperasi yang tidak profesional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Siapa yang bertanggung jawab jika koperasi kolaps atau pengurus melakukan penggelapan dana? Jawabannya tidak ada!

Investor yang menyetorkan uang untuk deposito pun harus kehilangan uang yang tidak sedikit. Padahal, mereka mencari uang dengan sangat susah payah.

Koperasi tidak masuk dalam pengawasan OJK. Sama halnya dengan lembaga keuangan mikro lainnya, jumlahnya di Indonesia mencapai ribuan yang tidak diawasi OJK.

Kenapa? Karena itu bukan tugas dan wewenang OJK. Akibatnya, tidak ada yang menjamin dan bertanggung jawab atas uang Anda yang disimpan di koperasi atau lembaga keuangan mikro lainnya.

Biasanya, pegawai menawarkan bunga yang sangat tinggi, dari 2 persen sampai 5 persen per bulannya. Mungkin Anda tidak curiga, karena bunga itu dibayarkan beberapa kali pada awalnya.

Namun, jangan kaget bila sudah dapat bunga tiga sampai lima kali, lantas uang Anda tidak bisa kembali. Praktek kejahatan di bidang keuangan ini harus diwaspadai.

Kalaupun orang yang menggelapkan dana tertangkap polisi, uang Anda tidak akan pernah kembali. Ini bahaya menyimpang uang di koperasi, tidak aman dan tidak dalam pengawasan OJK.

Tips memilih koperasi yang baik dan aman
Pilihlah koperasi yang profesional dan kredibel, sudah berpuluh-puluh tahun dikenal dengan track record-nya yang baik.

Namun, lagi-lagi tidak ada yang menjamin uang Anda aman bila sewaktu-waktu gulung tikar alias kolaps.

Sebagai pilihan yang tepat, sebaiknya pilih investasi dalam bentuk lain. Misalnya dibelikan properti seperti tanah, ruko, rumah.

Atau investasi dalam bentuk saham, reksa dana, deposito di bank konvensional yang dalam pengawasan OJK (Bank Mandiri, BRI, BNI, dll), atau emas batangan.

Di Indonesia, omzet koperasi per tahun mencapai lebih dari Rp 50 triliun. Sayangnya, tidak ada yang bisa menjamin keselamatan dana atau uang yang diinvestasikan di sana.

Di Malaysia, koperasi juga cukup populer. Apakah di Malaysia juga mengalami gejala yang sama di Indonesia? Rawan penggelapan dan kolaps. Yuk bijak dalam menginvestasikan kekayaan.

0 Response to "Ini Bahaya Menyimpan Uang di Koperasi, Awas Tidak Aman!"

Posting Komentar