Sejarah Kitab Somala Mak Lampir, Ajian dan Kisahnya

Kitab Somala Mak Lampir

Kitab Somala pada cerita Mak Lampir sangat diperebutkan para pendekar, karena berisi ilmu dan ajian sakti mandagruna. Sejarah buku ini berkisah pada zaman Sultan Agung dari Kerajaan Mataram sekitar abad ke-17.

Pemilik, pengarang atau penulis kitab somala adalah Ki Ganjar Somala. Sultan Agung mengutus Pangeran Purbaya dan dua temannya untuk mencari kitab yang berisi ilmu-ilmu dan ajian sakti mandraguna tersebut.

Tujuannya tidak lain untuk mengalahkan Aji Basa Pamungkas bernama Bayu Seta yang memberontak dan memusuhi Kerajaan Mataram. Ketiga pendekar Mataram itu pun akhirnya mulai mengembara, mencari buku berisi naskah ilmu-ilmu sakti itu ke sebuah gua.

Goa itu dijaga para siluman, lelembut, makhluk halus atau bangsa gaib. Beruntung, ketiga pendekar Mataram yang salah satunya adalah Pangeran Purbaya berhasil mengalahkan makhluk gaib penjaga goa.

Di sana, mereka ingin bertemu Ki Ganjar Somala yang kabarnya sedang bertapa. Namun, pengarang buku Somala ini ternyata sudah meninggal dunia di dalam peti sembari memeluk kitab karangannya.

Mereka mengambil Kitab Somala dan segera membawanya pulang. Sayangnya, di tengah perjalanan, mereka dihadang Mak Lampir, Gerandong, dan kawan-kawannya.

Ditulis berberita.com dari sebuah kisah Misteri atau Legenda Gunung Merapi produksi PT Genta Buana Paramita yang tayang di RTV (dulu Indosiar), ketiga pendekar Mataram berhasil mengalahkan Mak Lampir dan Gerandong.

Sayangnya, kuda Pangeran Purbaya lari saat pertarungan berlangsung. Kitab Somala yang berada di punggung kuda terjatuh dan ditemukan Parwati dan anaknya, Arya Soma.

Diam-diam, Arya Soma mempelajari Kitab Somala tanpa sepengetahuan ibunya. Anak muda ini punya ambisi menjadi pendekar paling sakti di dunia yang juga bisa mengalahkan ibunya sendiri.

Berbagai ilmu dan ajian sakti berhasil dia kuasai secara otodidak. Salah satu ilmu yang paling mengerikan dan tak terkalahkan adalah Ajian Pelebur Saketi. Salah satu kiai pun mengaku tidak sanggup mengatasi ilmu mengerikan itu.

Bahkan, Arya Soma bisa mengubah siang menjadi malam menggunakan mantra-mantra sakti yang dipelajari dari Kitab Somala. Mak Lampir pun kemudian rela berguru kepada bocah muda bernama Arya Soma demi mendapatkan ajian yang dipelajari dari buku kuno karangan Ki Ganjar Somala itu.

Cerita Kitab Somala sendiri penuh dengan polemik, karena menjadi tumpuan utama untuk mengalahkan para pendekar yang memusuhi Mataram. Sayangnya, dua pendekar utama musuh Mataram justru menguasai ilmu dan ajian dari Kitab Somala.

Pertanyaannya, apakah kisah Mak Lampir itu benar-benar terjadi pada zaman Sultan Agung? Bila benar menjadi fakta sejarah, apakah Kitab Somala itu masih ada sampai sekarang?

0 Response to "Sejarah Kitab Somala Mak Lampir, Ajian dan Kisahnya"

Posting Komentar