Perbedaan Legen dan Tuak, Cara Bedakan Asli dan Palsu

Perbedaan Legen dan Tuak Cara Bedakan Asli dan Palsu

Perbedaan legen dan tuak terletak pada lama proses, serta kandungan alkoholnya. Banyak yang beredar di pasaran ternyata asli atau campuran dengan air, bagaimana cara membedakannya dengan yang asli atau murni?

Legen adalah minuman yang lumrah diambil dari manggar bunga pohon lontar atau siwalan, bisa juga aren atau kelapa. Namun, umumnya yang paling populer dan merujuk pada istilah "legen" itu sendiri dari pohon siwalan.

Legen yang baru diambil dari pohon rasanya asam-manis dengan bau khas siwalan. Begitu segar dan cocok untuk pelepas dahaga, serta mengurangi dehidrasi.

Jika dibiarkan dengan waktu yang cukup lama, legen akan berubah menjadi tuak karena mengalami proses fermentasi. Akibatnya, tuak mengandung alkohol sehingga terkadang memabukkan.

Itu sebabnya, sebagian umat Islam melarang untuk meminum tuak karena kandungan alkoholnya yang bisa bersifat memabukkan. Apakah tuak itu halal atau haram jika dikonsumsi? Cobalah baca artikel di bawah:




Perbedaan tuak dan legen
Jadi, legen merupakan minuman dari pohon siwalan yang masih segar dan belum mengalami fermentasi, sedangkan tuak sudah mengalami fermentasi yang akhirnya mengandung alkohol dan bersifat memabukkan jika diminum terlalu berlebihan.

Kabarnya, legen memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh. Berbeda dengan tuak yang cenderung kurang baik karena kandungan alkoholnya.

Cara membedakan yang asli dan palsu
Waspadai penjual legen di pinggiran jalan atau pasar. Meski asli, tetapi untuk mendulang keuntungan lebih, mereka yang nakal mencampurnya dengan air sehingga tidak murni lagi.

Beberapa waktu lalu, berberita.com pernah mencoba membeli dua legen di tempat yang berbeda. Satu legen terasa hambar, biasa, baunya agak busuk.

Satunya lagi rasanya menyengat, segar, dan meletup ketika dibuka dari botol air mineral. Semakin kuat letupan ketika tutup botol air mineral dibuka, semakin asli.

Cara membedakannya cukup dicium baunya, yang asli tentu terasa segar dan menyengat, khas dan asli. Berbeda dengan yang palsu, agak hambar, baunya kurang enak, seperti bau busuk.

Kalau mau mencicipi, tuak atau legen asli rasanya kecut-asamnya sampai menggigit. Yang palsu biasa-biasa saja, hambar karena biasanya sudah dicampur dengan air.

Masih kurang? Cobalah bertanya kepada ahli legen atau tuak, bisa tanya kepada petaninya langsung, atau yang berpengalaman.

0 Response to "Perbedaan Legen dan Tuak, Cara Bedakan Asli dan Palsu"

Posting Komentar