Pengertian Off The Record dalam Jurnalistik dan Contohnya

Pengertian Off The Record dalam Jurnalistik dan Contohnya

Off the record adalah segala data atau informasi dari narasumber yang tidak boleh diberitakan atau disiarkan. (Penafsiran Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers).

Pengertian off the record dalam jurnalistik tersebut diatur dalam Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers.

Dalam Pasal 7 kode etik jurnalistik dengan jelas menyebutkan bahwa wartawan di Indonesia punya hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak mau identitas dan keberadaanya diketahui.

Hal itu wajib dilakukan, karena wartawan harus menghargai kesepakatan off the record sebelum berita tayang.

Contoh off the record
Misalnya saja kita adalah wartawan. Kebetulan, kita meliput dengan seorang pejabat.

Di sela-sela liputan, seorang pejabat sedang curhat dan meminta untuk off the record.

Maka, wartawan tidak boleh menulis apa yang dikatakan pejabat saat diberikan warning off the record.

Sebab, itu bagian dari hak objek jurnalistik demi keselamatannya atau hal-hal lain yang mungkin mengancamnya.

Bagaimana jadinya kalau wartawan masih nekat menulisnya di berita?

Wartawan bisa dikenakan sanksi dari perusahaan, setelah melalui mekanisme aduan atau pelaporan ke dewan pers karena telah melanggar kode etik jurnalistik pada pasal 7.

Itulah arti, makna, maksud dan pengertian off the record dalam jurnalistik dan contohnya yang ditulis redaksi berberita.com dari kode etik jurnalistik yang ditetapkan dewan pers. Semoga bermanfaat untuk kita semua, terutama insan pers.

0 Response to "Pengertian Off The Record dalam Jurnalistik dan Contohnya"

Posting Komentar