Macam macam Hak Wartawan: Hak Jawab, Hak Tolak dan Hak Koreksi

Macam macam Hak Wartawan Hak Jawab Hak Tolak dan Hak Koreksi

Macam-macam hak wartawan yang diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik ada tiga, yaitu hak jawab, hak tolak, dan hak koreksi. Namun, hak itu juga berlaku untuk masyarakat atau objek jurnalistik.

Jadi, tiga hak istimewa itu berlaku untuk subjek dan objek jurnalistik dalam rangka menciptakan komunikasi massa yang baik. Nah, apa arti, makna, maksud atau pengertian hak-hak tersebut? Berikut dikutip berberita.com dari kode etik jurnalistik dewan pers.

Hak jawab adalah hak seseorang, atau sekelompok orang yang memberikan sanggahan atau tanggapan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

Hak koreksi adalah hak setiap orang, siapa saja untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh perusahaan pers, baik tentang orang lain maupun dirinya sendiri.

Hak tolak adalah hak untuk tidak mengungkap keberadaan narasumber maupun indentitasnya untuk menjaga keamanan narasumber dan keluarganya.

Contoh kasus hak tolak
Seorang PNS memberikan statemen kepada wartawan ada kasus korupsi, suap atau jual beli jabatan yang dilakukan bupati. Namun, dia berpesan kepada wartawan untuk merahasiakan identitasnya karena takut mengancam keberadaan dirinya dan keluarganya.

Maka, wartawan harus menulis berita dengan tidak mencantumkan nama narasumber. Misalnya saja begini. Menurut sumber yang enggan disebut namanya.

Ketika ada orang menghubungi kita sebagai wartawan, minta identitas PNS yang memberikan statement di berita, maka kita berhak menolaknya. Ini yang disebut dengan hak tolak. Dengan contoh tersebut, sudah jelas kan pengertian, makna, maksud hak tolak dalam dunia jurnalistik?

Contoh hak jawab
Anggota DPR diberitakan berselingkuh dengan perempuan simpanan yang sangat cantik dan seksi, ternyata seorang artis. Namun, berita itu asal tulis dari narasumber yang belum diketahui fakta kebenarannya, maka anggota DPR tersebut berhak memberikan hak jawab atas pemberitaan yang merugikan nama baiknya.

Hak jawab ini sering terjadi, karena banyak narasumber yang merasa dirugikan, dicemarkan nama baiknya melalui pemberitaan. Perusahaan pers wajib melakukan ralat bila memang itu dibutuhkan demi tegaknya hak jawab dalam dunia pers.

Contoh hak koreksi
Ada berita banjir di suatu desa dengan ketinggian 6 meter dan menenggelamkan ratusan rumah. Padahal, kita sebagai masyarakat tahu bahwa ketinggian banjir hanya 3 meter dan hanya 20 rumah saja yang terdampak banjir. Kita berhak memberikan hak koreksi kepada wartawan atau pers yang memberitakannya.

Sebab, agar berita bombastis, beberapa jurnalis yang "nakal" bisa saja menambah-nambahkan data agar terlihat luar biasa. Namun, pemberitaan tanpa fakta tentu melanggar kode etik jurnalistik sehingga dibutuhkan hak koreksi.

0 Response to "Macam macam Hak Wartawan: Hak Jawab, Hak Tolak dan Hak Koreksi"

Posting Komentar