Sejarah Raja Ashoka dan Kisah Cintanya dengan Kaurwaki

Sejarah Raja Ashoka dan Kisah Cintanya dengan Kaurwaki
Kisah cinta Ashoka dan Kaurwaki yang diperankan Shahrukh Khan dan Kareena Kapoor.

Ashoka adalah raja pada zaman kekaisaran Gupta, hidup pada tahun 273 Sebelum Masehi (SM) hingga 232 SM. Dia naik tahta menjadi raja yang agung di Kerajaan Magadha, setelah melakukan kudeta secara terbuka dengan membunuh Susima, saudaranya beda ibu.

Sebelum menjadi maharaja yang disegani dan dihormati, Ashoka memiliki sejarah, kisah dan cerita perjalanan hidup yang luar biasa. Mulai dari pengasingan, nyawa yang selalu berada dalam ancaman lawan politiknya, pangeran Susima, hingga kisah cintanya dengan Kaurwaki.

Kisah singkatnya begini. Ketika kecil, Ashoka mewarisi pedang milik kakeknya, Candragupta Maurya. Pedang yang sebetulnya dibuang karena menelan banyak korban dan pertumpahan darah, tetapi oleh Asoka diambil dan dirawat hingga kelak dia dewasa menjadi pangeran yang tangguh.

Saat dewasa dan menjadi para pangeran, keturunan Bindusara (anak Candragupta Maurya) terlibat intrik dan politik karena perebutan kekuasaan dan tahta. Pewaris utama, Pangeran Susima sangat khawatir dengan eksistensi Ashoka yang kiprahnya menonjol dengan segudang prestasi.

Susima khawatir bila ayahnya, Bindusara memilih Asoka sebagai penerusnya. Itu disebabkan kecakapannya sebagai prajurit yang ulung, cakap dan negarawan yang lihai. Maka, Susima membuat trik dan politik tersendiri untuk menyingkirkan Asoka.

Susima membujuk Bindusara untuk mengutus Asoka mengatasi pemberontakan di Kota Taxila di mana gubernurnya sendiri adalah Susima. Tujuannya, Asoka celaka dan mati. Ternyata tidak, Ashoka berhasil mengatasi pemberontak tanpa pertumpahan darah.

Karier Asoka semakin bersinar dan gemilang. Bukannya senang karena saudara beda ibu itu meraih kemenangan dan keberhasilan mengatasi pemberontakan, Susima justru tidak suka. Dia mulai menyusun taktik dan strategi baru.

Pengasingan
Konflik Asoka dan Susima sudah bukan menjadi rahasia lagi. Ibunya yang berkali-kali melarang Ashoka merebut tahta Susima akhirnya kehabisan kesabaran dan melakukan puasa tidak bicara dengan Asoka, sebelum dia pergi untuk mengembara, mengasingkan diri tanpa orang lain tahu identitasnya siapa.

Asoka menyanggupi dan memotong rambutnya. Dia berkelana ke hutan hingga sampai di Kalingga, daerah yang saat itu sedang dalam perebutan kekuasaan dari Raja ke Menteri. Sang Menteri membunuh raja dan keturunannya, hingga membuat Arya dan Kaurwaki melarikan diri ke hutan ditemani sang Senopati.

Di suatu hutan, Asoka melihat Kaurwaki. Kecantikannya membuat Asoka terpana. Dia kemudian mengenalkan diri sebagai Pawan yang sebetulnya nama kudanya. Kenapa? Sebab, pangeran Asoka menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya dan mengaku sebagai seorang prajurit dari Magadha.

Karena sering bertemu, apalagi Asoka yang menyamar menjadi Pawan pernah menolong nyawa Kaurwaki, benih-benih cinta mulai tumbuh. Sebagai catatan, ditulis berberita.com dari film Asoka yang diperankan Shahrukh Khan, Kaurwaki adalah putri Kerajaan Kalingga yang diburu oleh prajurit karena istana tengah ada pemberontakan.

Ayahnya, raja yang sah dibunuh oleh menteri karena kudeta kekuasaan. Kaurwaki bersama adiknya, Arya melarikan diri dan dibantu senopatinya. Istana bahkan mengumumkan barang siapa yang menemukan Kaurwaki dan Arya akan diberi imbalan keping emas dalam jumlah yang fantastis.

Kisah cinta Ashoka dan Kaurwaki
Ketika benih cinta muncul, keduanya lantas menikah secara adat setempat. Tidak lama menikmati indahnya cinta dan bulan madu, seorang utusan datang melaporkan bahwa ibunda Asoka sedang sakit keras.

Sontak, Ashoka pamit untuk menjenguk ibunya. Kepada Arya, adik Kaurwaki, Asoka berjanji akan kembali membawa ratusan gajah dan kuda dengan gagahnya. Arya senang bukan kepalang mendengar cerita tersebut.

Sampai di Kerajaan Magadha, ibu Asoka ternyata tidak sakit. Namun, pesan itu disampaikan supaya Ashoka pulang ke istana. Celakanya, Raja Bindusara memerintahkan Asoka untuk menumpas pemberontakan di Ujjayani.

Susima yakin, Asoka akan tewas mengatasi pemberontakan di Ujjain sehingga tahta raja tidak terhalangi oleh Asoka. Ternyata benar, Asoka terluka parah dalam pertempuran itu. Dia dilarikan para pengawalnya dalam keadaan luka parah.

Di sana, Asoka dirawat oleh seorang wanita bernama Devi dengan pengamanan yang ketat dari para biksu dan biksuni, penganut agama Buddha yang taat. Susima masih tidak terima Ashoka selamat dan mengirimkan utusan untuk meracuni Asoka, tetapi berhasil digagalkan Devi.

Devi secara tidak sengaja membunuh utusan Susima yang hendak meracuni Asoka saat terluka dalam perawatan. Padahal, Devi akan segera menikah, tetapi batal karena dia membunuh orang. Asoka akhirnya mengawininya. Dia menjadi istri Asoka dan kelak menjadi Maharani Devi.

Saat menikahi Devi, Ashoka hanya memikirkan Kaurwaki, kekasih dan istrinya saat bertemu di hutan. Meski bulan madu dengan Devi, pikiran Asoka selalu terbayang-bayang dengan Kaurwaki. Terlebih, Kaurwaki dikabarkan meninggal dunia karena dibunuh orang-orang suruhan Sang Menteri yang ingin naik tahta menjadi raja di Kalingga.

Padahal, Kaurwaki mencari Asoka kemana-mana, tetapi tidak ketemu. Sebab, setahunya, pria yang dicintainya itu adalah Pawan, bukan Ashoka. Devi akhirnya dibawa ke Magadha, meski kalangan istana yang memeluk agama Hindu tidak setuju karena Asoka menikah dengan seorang perempuan Buddha.

Kematian ibu Ashoka
Kematian ibu Asoka menjadi titik dari semua perubahan. Ibunda Asoka dibunuh saat orang suruhan Susima ingin menghabisi nyawa Devi. Kenapa? Sebab Devi punya anak yang digadang-gadang akan meneruskan tahta Kerajaan Magadha.

Kematin sang ibu, membuat Ashoka marah tiada tara. Dia bersama pengawal dan abdi setia mendatangi Susima untuk bertanding satu lawan satu. Tapi, Susima tidak mau. Setelah Ashoka lengah, Susima hendak menikam Asoka dengan pisau belati, tetapi terlebih dahulu abdi setianya melempar Susima dengan tombak hingga tewas.

Setelah itu, Ashoka memerintahkan untuk membunuh semua saudara Susima tanpa terkecuali. Sugatra, saudara Susima yang lolos dari pembunuhan lari ke negara lain untuk meminta perlindungan. Akhirnya, Kalingga melindungi Sugatra.

Melihat kenyataan itu, Ashoka memutuskan untuk menggempur Kerajaan Kalingga. Dalam perang besar sepanjang sejarah, Ashoka dan panglimanya membawa banyak pasukan tentara lengkap dengan kendaraannya, gajah dan kuda.

Kisah sedih Kaurwaki
Kaurwaki berhasil merebut kembali tahta kerajaannya, sedangkan menteri yang mencoba mengkudeta akhirnya dihukum mati. Menghadapi perang itu, Kaurwaki ikut berperang.

Pada saat perang, Kauwaki kaget ketika melihat Pawan, prajurit dari Magadha yang dia cintai ternyata seorang Raja, yaitu Ashoka. Batinnya terkoyak. Dia tidak percaya bila Asoka, orang yang dicintainya itu yang membumihanguskan Kalingga, kerajaannya.

Perang usai. Sedikitnya 100.000 orang meninggal dalam perang tersebut. Ashoka sedih melihat banyak mayat bergelimpangan. Ketika melihat kudanya bernama Pawan, dia ingat Kaurwaki dan mencarinya di tengah-tengah medan pertempuran yang sudah bergelimpangan mayat.

Dia bertemu Kaurwaki. "Perang belum selesai. Kamu harus melawanku terlebih dahulu," kata Kaurwaki kepada Asoka.

"Perang sudah selesai. Aku ini Pawan-mu, Kaurwaki," jawab Asoka.

Keduanya meneteskan air mata dan saling berpelukan. Sejak peristiwa itu, Ashoka menyerukan perdamaian dan tidak lagi berperang. Dia masuk agama Buddha dan menyebarkannya.

Ideologi perdamaian Raja Ashoka dikenang umat manusia di dunia dari zaman ke zaman. Dari yang dulu dijuluki Canda Asoka (artinya Asoka yang kejam dan tidak kenal kasih) menjadi Dharmasoka (Asoka yang berdasarkan dharma). Sejarah Raja Ashoka dan kisah cintanya dengan Kaurwaki akan dikenang selamanya. (*)

0 Response to "Sejarah Raja Ashoka dan Kisah Cintanya dengan Kaurwaki"

Posting Komentar