Sejarah Pantai Utara Jawa Menjadi Jalur Dunia Internasional

YOGYAKARTA, Berberita.com - Pesisir pantai utara Jawa (Pantura) ternyata menyimpan sejarah penting bagi Nusantara. Keberadaannya bukan hanya menjadi tempat mencari ikan seperti sekarang ini, tetapi juga sebagai jalur utama berhubungan dengan dunia internasional.

Dosen sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Sri Margana mengatakan, banyak bangsa asing yang berdatangan ke pulau Jawa melalui jalur maritim. Salah satunya, mendarat di pelabuhan pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pasalnya, jalur maritim lah yang memungkinkan bangsa-bangsa asing berdatangan dari satu negeri ke negeri lainnya menggunakan kapal atau jung besar. Mereka datang untuk berbagai keperluan, mulai dari kepentingan perdagangan, penyebaran agama, visi politik, hingga kepentingan sosial-kebudayaan.

Sejarah Pantai Utara Jawa Menjadi Jalur Dunia Internasional

Kondisi itu berlangsung sangat lama, sejak abad ke-15 hingga abad ke-18. Margana menyebutnya sebagai "abad global" di mana masyarakat Jawa pada waktu itu banyak berinteraksi dalam banyak konteks dengan bangsa asing.

"Pada abad global, masyarakat Kabupaten Pati, termasuk penduduk Jawa di pesisir utara Jawa banyak berinteraksi dengan bangsa asing yang datang dari berbagai negara, seperti Portugis, Spanyol, Inggris, orang-orang Timur Tengah seperti Turki, hingga bangsa Belanda," kata Margana.

Maka, tidak salah jika sejarawan UGM itu sebagaimana dilansir direktoripati.com mengatakan bila Kadipaten Pati sebagai representasi pulau Jawa bagian utara, pernah menjadi pintu gerbang utama diplomasi bangsa dari luar negeri untuk dagang, politik, penyebaran agama, aspek budaya, dan berbagai kepentingan lainnya.

Pada saat itu, dunia internasional mengenal Jawa sebagai The Island of Gold, pulau emas yang kaya akan sumber daya alam (SDA) mulai dari rempah-rempah, lautan, pegunungan, dan masih banyak lagi lainnya. Cengkeh menjadi satu di antara komoditas utama yang paling menggiurkan pada zaman itu.

Bahkan, saking berharganya cengkeh, harganya hampir setara dengan emas itu sendiri. Maka, tidak heran bila bangsa-bangsa asing tertarik untuk datang ke Jawa, hingga akhirnya kolonialisme muncul, menjajah dan merampas hak manusia Nusantara-Indonesia dari kekayaan alamnya.

0 Response to "Sejarah Pantai Utara Jawa Menjadi Jalur Dunia Internasional"

Poskan Komentar