Pengakuan Jin Penunggu Candi Tikus, Sejarah Majapahit Ditutup Wali

MOJOKERTO, Berberita.com - Candi Tikus yang terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur adalah peninggalan purbakala yang diduga kuat menjadi bagian dari bangunan pada zaman Kerajaan Majapahit.

Selain menjadi bagian dari sejarah penting Nusantara, Candi Tikus yang masuk sebagai kawasan Kompleks Situs Trowulan saat ini dijadikan sebagai objek wisata bersejarah di Jawa Timur. Dari bentuk bangunannya, candi ini diperkirakan pakar arkeologi berfungsi sebagai tempat untuk mandi keluarga raja, pertirtaan, atau ada yang menduga tempat penyimpan air untuk irigasi warga.

Ada pula pakar yang bilang, menara candi berbentuk meru menunjukkan bahwa bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat pemujaan. Namun, dari berbagai pendapat tersebut yang paling mendekati adalah tempat pemandian kalangan keluarga raja.

Candi Tikus Situs Trowulan Mojokerto Jawa Timur

Di luar perspektif sejarah dan pariwisata, Candi Tikus dikenal dengan nuansa mistis dan angker. Banyak pengunjung yang diganggu semacam makhluk gaib semacam binatang tikus. Sebagian besar yang diganggu makhluk gaib adalah kalangan muda-mudi yang menjadikan tempat tersebut untuk pacaran, romantis-romantisan, padahal bukan muhrim atau suami-istri.

Sebab, penunggu tempat itu tidak terima jika kawasan Candi Tikus dijadikan sebagai ajang pacaran atau mesum. Karena itu, banyak pengunjung yang berniat tidak baik di sana pasti diganggu, karena Candi Tikus adalah tempat bersejarah yang dijaga.

Salah satu makhluk jin dalam sebuah tayangan Dua Dunia Trans 7 yang mengaku sebagai penunggu kawasan Candi Tikus mengatakan, tikus-tikus gaib sebetulnya datang dari luar. Yang asli dari tempat itu adalah air. Air di Candi Tikus berasal dari Puncak Mahameru, Gunung Semeru yang memiliki keistimewaan.

Namun, jin tersebut tidak mengetahui keistimewaan dari air tersebut, karena dirinya dikunci Raden Timbal (adik Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak Bintoro). Pengakuan jin penunggu Candi Tikus yang mengejutkan adalah sejarah Majapahit ditutup oleh para wali sehingga tidak akan pernah ada yang bisa membukanya.

"Kenapa sih dari situs-situs Majapahit, kalau kita coba gali sejarah selalu dirahasiakan?" tanya seorang Kiai yang memandu Dua Dunia Trans 7.

Jin penunggu menjawab: "Karena, ada kedatangan para wali yang menutup sejarah Majapahit. Sejak itu, sejarah Majapahit tidak ada yang tahu. Meskipun semua orang dari dunia mana pun, tidak adan bisa menemukan sejarah Majapahit. Alasan kenapa sejarah ditutup, saya juga tidak tahu," ungkap jin menggunakan bahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.

Tak lama setelah pengakuan makhluk astral tersebut, seorang mediator tidak sadarkan diri. Dari jin lain, dia terlihat tampak marah-marah. Dia menyebut, jin tadi menyesatkan sejarah.

"Candi Tikus itu hanya sebutan. Ini adalah tempat pemandian, sumbernya dari Sumur Jalatunda. Ada hubungannya dengan Prabu Airlangga. Dari banyak sap-sap (berlapis, bertingkat, berjenjang), ini sap yang terakhir, sebelum masuk Kota Raja," ungkap arwah atau roh (jin qorin) yang mengaku sebagai masyarakat biasa pada 800 tahun yang lalu.

"Raden Patah itu masuk zaman Islam, jauh dari Majapahit. Zamannya berbeda. Ya benar, Raden Timbal memang ada di sini. Tapi saya harus merahasiakan tempat ini, sebab di negeri ini terlalu banyak orang bejat," kata makhluk yang menyebut dirinya Mbah Sarmo.

Sejarah asal-usul Candi Tikus
Mbah Sarmo menceritakan kisah asal mula dan sejarah Candi Tikus. Dulu, ada orang yang menggali-gali tanah. Ternyata, galian itu muncul banyak tikus, ada sumber air, dan ada barang-barang kuno seperti mangkok, patung, dan barang-barang antik lainnya.

Itu sebabnya, tempat pemandian itu dinamakan Candi Tikus. Barang-barang kuno itu disebut-sebut kepunyaan Tumenggung Sastro. Tempat ini juga memiliki kaitan dengan Kerajaan Majapahit.

Di sini, juga ada benda gaib semacam mustika tikus bersinar putih yang sangat menyilaukan. Hanya orang-orang sakti dengan daya spritual lebih yang bisa melihatnya. Mitosnya, air di Candi Tikus memiliki unsur magis yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Namun, lagi-lagi hanya mitos atau kepercayaan. (*)

0 Response to "Pengakuan Jin Penunggu Candi Tikus, Sejarah Majapahit Ditutup Wali"

Poskan Komentar