Menguak Gerbang Kerajaan Gaib di Pantai Parangkusumo Jogjakarta

YOGYAKARTA, Berberita.com - Pantai Parangkusumo adalah salah satu objek wisata di Jogjakarta yang menarik untuk dikunjungi. Selain merebak adanya lokalisasi dan PSK yang menjajakan diri, tempat ini sudah lama dikeramatkan warga setempat.

Bahkan, sejarah Batu Cempuri yang berada di kawasan Pantai Parangkusumo menyimpan misteri dan nuansa mistis dengan aura gaib yang sangat kental. Betapa tidak, di batu cepuri itulah pendiri Kerajaan Mataram, Raden Danang Sutawijaya bergelar Panembahan Senopati mengadakan pertemuan dengan penguasa Laut Selatan, Ratu Kidul.

Konon kabarnya, di Pantai Parangkusumo terdapat gerbang kerajaan gaib yang dipimpin Nyai Roro Kidul. Di daerah ini juga terdapat Gumuk Pasir yang menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal domestik maupun asing mancanegara.

Foto Lukisan Penampakan Gerbang Istana Kerajaan Laut Selatan Ratu Nyi Roro Kidul

Pantai Parangkusumo menjadi tempat bersejarah yang tonggak peradaban Nusantara pascaruntuhnya Kerajaan Pajang yang dipimpin Raden Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Sebab, dari batu cepuri yang terletak di kawasan pantai tersebut, pendiri Kerajaan Mataram menjalin hubungan dengan penguasa Laut Kidul untuk membangun tatanan negara baru bernama Mataram, yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Indonesia, setelah dijajah beradab-abad lamanya oleh bangsa Eropa.

Sejarah tutur yang beredar, Panembahan Senopati melakukan semedi di sana. Lantas, Ratu Pantai Selatan menemuinya melalui pintu gerbang gaib. Penguasa Laut Kidul merestui Danang Sutowijoyo membangun sebuah kerajaan baru.

"Kanjeng Ratu mau membantu dengan syarat, Panembahan Senopati mau menjadi suaminya sampai anak-cucunya. Mau jadi suami secara gaib maksudnya," kata Hendarno, warga setempat.

Hubungan itu terus diabadikan melalui ritual dan tradisi yang rutin digelar setiap tahunnya. Tak sekadar tradisi semata, tetapi juga sebagai sarana menjaga keharmonisan dengan alam yang disimbolisasikan dengan penghormatan terhadap keberadaan istana keraton pantai selatan.

"Di sini ada ritual, tepatnya bulan Rajab ke-10, tanggal 30 Jawa. Upacara di sini dibawa ke pantai selatan untuk menjalin hubungannya antara Keraton Yogyakarta dengan istana keraton gaib di Laut Selatan," ujar Suratmojo, juru kunci Batu Cepuri.

Dari hasil mediumisasi Pak Kusumo Nur Bakti dalam acara Dua Dunia Trans 7, muncul mahapatih dari Kerajaan Laut Selatan, yaitu Ambarwati. Dia berkata: "Cempuri itu adalah pintu gerbangnya istana keraton dari sini, ketemu cahaya luhur, cahaya suci dari cempuri itu."

"Jadi, diberi nama cempuri. Lalu menuju arah selatan, kelihatan cahaya berkilauan seperti emas dan intan," tutur mahapatih Kerajaan Gaib Laut Kidul itu menutup pembicaaan.

Indah Ananta, presenter Dua Dunia saat dibuka mata batinnya oleh Ki Kusumo Nur Bakti, melihat gerbang kerajaan gaib pantai selatan dengan samar-samar. Sebuah tampilan gerbang yang sangat megah dan menjulang.

"Yang aku lihat warnanya putih. Awalnya kecil lama-lama menjadi besar panjang, silau banget," kata Indah Ananta. Berikut foto dari lukisan penampakan gerbang istana Kerajaan Laut Kidul karya Jalak Paningal.

0 Response to "Menguak Gerbang Kerajaan Gaib di Pantai Parangkusumo Jogjakarta"

Poskan Komentar