Landak Jadi Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi Undang-Undang

KUDUS, Berberita.com - Landak saat ini menjadi hewan langka di Indonesia yang dilindungi Undang-Undang. Karena itu, seseorang yang memburu, memelihara, membunuh atau memperdagangkan binatang Landak bisa dikenakan sanksi hukum pidana.

Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya. Dalam ketentuan hukum tersebut, seseorang yang jual-beli (berdagang), berburu, membunuh atau memelihara Landak dijerat dengan hukum pidana selama maksimal 5 tahun penjara atau denda maksimal Rp 100 juta.

Akademisi Universitas Muria Kudus (UMK) Hendy Hendro yang merupakan Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria mengatakan, keberadaan hewan Landak masih ada di sejumlah tempat di Pegunungan Muria, mulai dari Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.

Hewan Landak

Namun, keberadaan mereka mulai terusik karena dianggap sebagai hama pertanian. Landak biasa hidup di gua-gua, lubang, semak-semak, dan hutan belantara di Gunung hingga Lereng Muria.

Populasi Landak yang tidak banyak itu biasanya mencari makan pada malam hari. Sementara itu, mereka bersembunyi di rumah mereka, semak, lubang, gua, dan lain sebagainya. "Landak dan habitatnya perlu dilindungi, karena sekarang menjadi hewan langka dan keberadaannya dilindungi Undang-undang," tutur Hendy.

Ada sejumlah hal yang membuat populasi Landak mulai berkurang dan hampir saja punah. Salah satunya, pengalihan lahan hutan menjadi agrowisata, perkebunan, atau pertanian. Sebab, mereka butuh habitat alami seperti hutan.

Karena itu, Hendy mengimbau kepada pemerintah daerah (pemda) maupun pemerintah desa (pemdes) untuk membuat regulasi yang tegas soal kelestarian alam hutan untuk menjaga ekosistem dan habitat bagi fauna yang hidup di dalamnya.

Landak hewan langka yang dilindungi di Indonesia

"Kalaupun mau dibuka sebagai obyek wisata, sebaiknya wisata berbasis hutan, bukan agrowisata atau perkebunan. Dengan demikian, flora dan fauna bisa hidup dan tetap lestari meski dikembangkan sebagai destinasi wisata," ucap Hendy.

Di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, misalnya. Di sana, ada tempat yang menjadi habitat Landak. Dulu, mereka pernah diburu, ditembak, dijaring atau dijala, bahkan diasapi rumahnya dengan api, lantaran dianggap hama yang merusak tanaman.

Namun, saat ini pemdes sudah melarang warga mengganggu Landak. Hewan langka ini diperkirakan hanya berjumlah belasan, atau hanya puluhan di kawasan Lereng Pegunungan Muria. Nasib mereka ada di tangan manusia.

0 Response to "Landak Jadi Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi Undang-Undang"

Poskan Komentar