Jejak Peninggalan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis di Indonesia

JAKARTA, Berberita.com - Ada dua jejak peninggalan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis di Indonesia, yaitu Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah dan Situs Istana Ratu Boko di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Meski temuan itu belum menjadi bukti kebenaran sejarah yang valid, benar dan empiris, tetapi sejumlah kalangan meyakininya. Ada beberapa bukti-bukti yang menguatkan bahwa Candi Borobudur dan Candi Ratu Boko merupakan peninggalan bersejarah sisa-sisa kerajaan besar Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis.

Dari segi bahasa, nama Sleman diambil dari kata Nabi Sulaeman. Ratu Boko atau Baka dikaitkan dengan Balqis, sehingga kemungkinan Ratu Baka adalah Ratu Bilqis. Wonosobo atau Wanasaba diambil dari sebuah tafsir Al Quran: "Sungguh untuk Saba pada tempat mereka ada ayat, dua hutan pada sebelah kanan dan kiri."

Wanasaba diambil dari kata "wana" dan "saba" yang artinya hutan Saba atau alas Saba. Hutan Saba itulah hutan tropis terbesar di dunia yang hanya ada di Indonesia!
Jejak Peninggalan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis di Indonesia
Pintu gerbang Istana Ratu Boko di Sleman, Yogyakarta. Copyright: Berberita.com

Bahkan, di kawasan Candi Borobudur terdapat suatu daerah yang bernama Salaman. Yang mengejutkan, ada sebuah relief Manohara di Candi Borobudur yang menggambarkan seorang perempuan menjinjing roknya.

Dalam kisah dan cerita dalam Al Quran, Ratu Bilqis pernah berkunjung ke istana Nabi Sulaiman karena penasaran. Sebab, Nabi menolak pemberian hadiah darinya. Setelah sampai di istana Nabi, Balqis masuk dengan mencincingkan/menyingsing roknya karena dikira air.

Padahal, lantai istana Nabi Sulaiman terbuat dari kaca. Peristiwa itu kemudian diabadikan dengan pahatan atau lukisan relief Manohara di Candi Borobudur. "Ketika ia melihat dia, dia sangka itu kolam, dan dia singsingkan kain dari dua betisnya," begitu kisah dalam Al Quran.

Bukti nyata lainnya, di antaranya ada plat emas yang ditemukan di kolam istana Ratu Boko. Stupa Candi Borobudur juga ada yang tertinggal di situs Ratu Baka. Di sisi lain, koin emas Majapahit bertuliskan kalimat syahadat ditemukan di Candi Borobudur.

Dalam Al Quran, ada istilah Baldatun Tayyibatun yang artinya "negeri yang baik." Sebuah negeri yang sangat indah dan elok sebagaimana digambarkan dalam Al Quran pada zaman Nabi Sulaiman, tentu hanya Indonesia-Nusantara satu-satunya negeri di dunia yang merepresentasikan Baldatun Thoyyibatun.

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis
Dalam cerita yang tertulis dalam kitab suci Alquran, Nabi Sulaiman ingin memperingatkan kepada Ratu Bilqis untuk tidak menyembah matahari melalui duta atau utusan. Sebab, hanya ada satu Tuhan yang patut disembah, yaitu Allah.

Namun, Ratu Balqis adalah penguasa yang sangat kuat dan disegani pada zamannya. Sang Ratu justru memberikan hadiah yang sangat mewah dan tidak sembarangan kepada Nabi Sulaiman supaya diam, tidak memperingatkan lagi. Sekaligus, itu untuk menunjukkan bahwa Sang Ratu adalah penguasa yang sangat hebat.

Hadiah itu ditolak dan dikembalikan ke Istana Ratu Bilqis. Penasaran, Sang Ratu kemudian bertandang ke Kerajaan Nabi Sulaiman. Ratu Boko terheran-heran dengan istana Raja yang indah, megah, dengan lantai seperti air.

Seperti kita tahu, lokasi Candi Borobudur tempat Nabi Sulaiman cukup dekat dengan istana Ratu Balqis (situs Ratu Boko), antara Magelang dan Sleman. Dua tempat itu diyakini menjadi sisa-sisa dan bukti sejarah peninggalan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis di Indonesia.

Hanya saja, temuan bersejarah ini belum diakui sebagai fakta sejarah yang resmi. Bagi sejumlah kalangan, Nabi Sulaiman dan candi Borobudur adalah kebohongan sejarah. Begitu juga dengan Candi Ratu Boko dan Ratu Bilqis.

Ilmu sejarah umum mencatat, Sulaiman atau King of Solomon/Salomo adlaah putra Raja Daud yang hidup di Rahbaam, Baitul Maqdis, Israel yang dulunya Palestina. Kendati begitu, bisa jadi temuan baru itu justru merupakan fakta sejarah yang tersembunyikan. (*)

0 Response to "Jejak Peninggalan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis di Indonesia"

Poskan Komentar