Ini Bahaya & Resiko Membeli Rumah di Perumahan Murah

Berberita.com - Membeli rumah di perumahan dengan harga murah, termasuk rumah bersubsidi ternyata memiliki resiko dan bahaya bagi pembeli.

Sebab, harga rumah yang murah biasanya tidak diimbangi dengan spesifikasi bangunan yang baik dan kokoh. Beda lagi dengan rumah bersubsidi pemerintah, karena pemborong atau pengembang biasanya dapat suntikan dana tambahan dari pemerintah untuk membangun rumah masyarakat.

Namun, lagi-lagi pembeli harus jeli dan teliti dengan mengecek kondisi spesifikasi rumah secara langsung, mulai dari tembok, kayu, genting, cat, pondasi, dan lain sebagainya. Rumah murah biasanya dibuat dengan bahan yang ringkih, mudah roboh, atau cepat rusak.

Seorang pemborong saat diwawancara Berberita.com mengaku, pernah suatu ketika diminta pengembang (developer) untuk membangun perumahan murah. Dia diminta untuk membuat perumahan dengan harga satu rumah Rp 40 juta, tidak termasuk tanah.
Ini Bahaya & Resiko Membeli Rumah di Perumahan Murah

Dalam satu kompleks perumahan, ada sekitar 50 rumah yang akan dibangun. Jadi, dia dibayar Rp 2 miliar untuk membangun kompleks perumahan. Dia berpikir, "Kalau saya nanti membangun dengan spesifikasi bangunan lebih dari Rp 40 juta, berarti saya rugi."

Itu sebabnya, dia mereka daya supaya bangunan satu rumah harus di bawah Rp 40 juta biar untung. Di sisi lain, kalau bangunan itu dibuat dengan spek sangat murah, bisa membahayakan penghuni dan cepat rusak.

"Bagaimana lagi, kita harus membuat spek bangunan rumah harus di bawah Rp 40 juta supaya untung. Terpaksa, kualitas semen diturunkan, termasuk kayu, cat dan bahan-bahan lainnya harus bisa di bawah Rp 40 juta," kata dia.

Itulah alasannya, membeli tanah sendiri dan membangun rumah sendiri jauh lebih baik, tidak berisiko dan tidak berbahaya ketimbang membeli rumah di perumahan dengan harga yang sangat murah meriah. Karena, spesifikasi bangunan rumah biasanya juga dibeli dan dibuat dari barang-barang murah.

Bahayanya, rumah menjadi ringkih, mudah roboh atau cepat rusak karena ada pengurangan semen dalam pembangunan rumah. Bahkan, cat rumah biasanya sudah kusam dan luntur dalam waktu tidak ada setahun.

Karena itu, cobalah datang ke perumahan langsung dan cek sendiri supaya Anda bisa memastikan rumah murah yang Anda beli tidak murahan. Dengan cek langsung, risiko dan bahaya bisa ditekan seminimal mungkin.

0 Response to "Ini Bahaya & Resiko Membeli Rumah di Perumahan Murah"

Poskan Komentar