Harga Rokok Rp 50 Ribu per Bungkus Disebut Konspirasi Besar

JAKARTA, Berberita.com - Ketua Umum Komunitas Perokok Bijak (Kojak) Suryokonco menyebut, harga rokok Rp 50 ribu/bungkus menjadi bagian dari agen konspirasi industri besar untuk membangun kartel industri rokok biasa maupun rokok elektrik.

"Negara saat ini sudah terlampau jauh mengurusi produk rokok. Padahal, penetapan harga rokok Rp 50.000 per bungkus bisa jadi bagian dari konspirasi industri besar untuk membangun kartel industri rokok maupun industri rokok elektrik," ujar Suryokoco, Jumat (19/8).

Menurutnya, alasan harga rokok dinaikkan Rp 50.000 per bungkus untuk menekan perokok anak bukanlah cara yang tepat. Bahkan, hal itu dianggap sesat pikir dari para politisi yang dianggap gagal paham terkait dengan persoalan perokok anak.

harga rokok Rp 50 ribu per bungkus

Karena itu, Komunitas Perokok Bijak menolak keras wacana kenaikan harga rokok bulan depan yang mencapai Rp 50 ribu per bungkus. Pasalnya, industri hasil tembakau (IHT) adalah satu di antara industri strategis bagi Indonesia.

IHT merupakan penyumbang utama penerimaan cukai negara. Selain itu, IHT mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

Pada 2015 saja, IHT bisa memberikan pemasukan cukai kepada negara mencapai Rp 139,5 triliun. Itu artinya, 96 persen penerimaan cukai sangat bergantung pada IHT.

"IHT punya kontribusi 11,7 persen terhadap total penerimaan pajak negara. Nilai itu tidak termasuk penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mencapai Rp 20 triliun. Belum lagi pajak rokok mencapai Rp 14 triliun," ungkap Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Kojak sendiri mendukung gerakan mengurangi perokok pada anak-anak. Kojak juga mendukung pemanfaatan cukai lebih untuk kemanfaatan bagi perokok, karena cukai dibayar dalam rangka menanggulangi dampak penggunaan rokok. (*)

0 Response to "Harga Rokok Rp 50 Ribu per Bungkus Disebut Konspirasi Besar"

Poskan Komentar