Kisah Nyata Pesugihan Terbaru, Saya Tidak Tega Anak Jadi Tumbal

Kisah nyata pesugihan terbaru ini diambil dari cerita seseorang yang ingin cepat kaya mendadak, karena kebutuhan hidup mendesak, sedangkan pekerjaan, usaha dan bisnis yang digeluti tak kunjung mendapatkan untung. Pesugihan Gunung Kawi adalah pilihannya!

Sebut saja dia bernama Agus (bukan nama sebenarnya). Sebelum memutuskan untuk mengambil pesugihan agar cepat kaya, dia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu memilih uang, emas, rumah, mobil dan harta benda mewah lainnya atau memilih satu-satunya anak kesayangannya.

Sebab, jika Agus memilih harta benda mewah, anaknya akan diambil sebagai tumbal oleh jin, setan penunggu atau penguasa Kerajaan Gaib di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Berikut kisah nyata pesugihan terbaru hasil wawancara berberita.com dari pengakuan dan pengalaman Agus, pelaku yang akan mengambil pesugihan dengan memuja setan.

Obyek Wisata Keraton Gunung Kawi Kabupaten Malang Jawa Timur
Obyek wisata Keraton Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur (Wikipedia)

Cerita bermula, ketika Agus terbelit hutang senilai ratusan juta rupiah. Hutang-hutang itu harus dibayarnya, sedangkan usaha dan bisnis yang dirintisnya berjalan stagnan, tidak berkembang, dan tidak mampu menutupi hutang-hutangnya.

Padahal, hutang Agus terhitung tidak cukup banyak, berkisar di angka Rp 400 juta. Namun, gara-gara hutang itu, rumah yang menjadi tempat tinggal Agus akan disita bank, karena sertifikat rumahnya menjadi jaminan.

Di sisi lain, usaha bisnis jual beli sepeda motor dan mobil yang dibukanya hanya untung tidak seberapa. Penyebab Agus bangkrut adalah proyek pembangunan yang dimenangkan dari tender ternyata tidak menguntungkan.

Dari proyek pembangunan senilai Rp 10 miliar yang harus dikerjakan, ternyata menghabiskan dana sekitar Rp 9,7 miliar. Padahal, dia harus memberikan cash back kepada pejabat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pekerja-pekerjanya, dan lain sebagainya.

Alhasil, Agus terhitung rugi hampir Rp 1 miliar. Dia harus menutupi kerugian itu dengan uang tabungannya yang habis tidak tersisa. Setelah dihitung-hitung, dia masih minus hutang di bank senilai Rp 400 juta.

Karena tidak sanggup melunasi atau mencicil hutang di bank, rumah Agus akhirnya disita bank dan akan dilelang. Betapa malunya Agus. Dia adalah pengusaha muda yang sukses dan dikenal kaya oleh tetangganya.

Status sosial sebagai orang kaya dengan rumah yang bagus menjadi alasan bagi Agus untuk mempertahankan status sosialnya itu. Setelah stres dan tidak bisa usaha lagi, Agus mulai berpikir untuk mengambil pesugihan di Gunung Kawi. Tempat itu sudah terkenal seantero negeri, dipercaya bisa mendatangkan uang, emas, dan harta benda lainnya.

Sebab, image Agus di masyarakat akan rusak ketika yang semula orang kaya harus bangkrut dan rumahnya disita bank. Benar-benar memalukan. Stres, frustasi dan bayang-bayang menjadi orang miskin benar-benar menggelayuti pikiran Agus.

Pesugihan Gunung Kawi
Tekad Agus sudah bulat. Dia konsultasi dengan sejumlah teman dan ada yang tahu lokasi mencari pesugihan yang manjur dan ces pleng. Kerajaan Gaib Gunung Kawi adalah tempatnya!

Agus membawa mobilnya bersama teman untuk datang ke lokasi pesugihan terkenal di Kabupaten Malang, Jawa Timur itu. Malam-malam, ia sampai ke tempat tujuan. Agus dan temannya bertemu dengan juru kunci, pelawangan atau dukun yang biasa mengarahkan orang-orang yang akan mengambil pesugihan.

"Apakah tekadmu sudah bulat, Mas? Kalau sudah bulat, pulanglah ke rumahmu. Jupuk katoke anakmu gowo mrene (Ambil celana pendek anakmu dan bawa ke sini. Tapi, kamu harus bermalam di sini dulu untuk mendapatkan wangsit dan petunjuk," ujar juru kunci yang menjadi pelawangan pesugihan Gunung Kawi, sebagaimana ditirukan Agus kepada berberita.com saat wawancara santai.

Pikiran Agus kembali berpikir, "Berarti anak saya yang akan menjadi tumbal. Tapi, bagaimana lagi. Saya ingin melunasi hutang-hutang dan ingin kembali kaya. Uang, emas, mobil dan rumah jangan sampai habis untuk melunasi hutang. Rumah juga jangan sampai disita bank," ucapnya dalam hati.

Malam itu, Agus pun bermalam dan tidur di sebuah tempat yang menjadi lokasi ritual pemujaan untuk pesugihan. Agus pun terbangun dan menyaksikan sebuah pemandangan yang tidak biasa.

Kisah nyata menggembara ke alam pesugihan
Agus ternyata berada di dalam alam pesugihan. Jiwanya mengembara, berpetualang, dan melihat suatu pemandangan gaib yang mengejutkan!

Dari kejauhan, ada sebuah sumur gaib. Ada suara anak-anak yang meminta tolong dan menyebut "ayah, ayah, ayah" berkali-kali. Penasaran, Agus berjalan mendekati sumur. Jiwanya masih mengembara ke alam pesugihan Gunung Kawi.

Hati Agus masih ragu dan takut untuk mendekati sumur itu. Tapi, Agus sangat penasaran, karena suara anak itu seolah-olah memanggil-manggilnya. Setelah mendekat dan mencoba melihat siapa orang yang ada dalam sumur itu, Agus terkejut bukan kepalang!

Anak laki-laki Agus berada dalam sumur. Dia disiksa oleh segerombolan orang yang wajahnya mengerikan, setengah manusia setengah binatang. Anak itu kemudian melihat Agus dan memanggil, "Ayah, ayah. Tolong saya." Begitu ucap anak itu berkali-kali dengan wajah memelas dan kesakitan dicambuki segerombolan makhluk aneh.

Agus bingung, mau menolong tidak bisa karena dia harus masuk ke dalam sumur. Dia juga akan mati sia-sia bila nekad menolong anaknya itu. Tiba-tiba saja, pemandangan gaib itu sirna. Agus yang mengembara di dalam pesugihan itu selesai, ketika dia terbangun dari tidurnya.

Sontak, dia membangunkan temannya dan mengajaknya untuk segera pulang. Sesekali di tengah jalan ketika lapar, dia makan di sebuah warung dan menceritakan kisah nyata berpetualang, mengembara di alam pesugihan melalui mimpinya itu kepada temannya.

Setelah sampai di rumah, dia melihat anaknya sedang terlelap tidur. Dia menyambangi anaknya, mengelus rambutnya. "Maafkan aku, nak."

Baca selanjutnyaKisah Nyata Pesugihan Terbaru, Saya Tidak Tega Anak Jadi Tumbal (Bagian 2)

1 Response to "Kisah Nyata Pesugihan Terbaru, Saya Tidak Tega Anak Jadi Tumbal"

  1. semakin menambah wawasan tentang pesugihan dimana ilmu pesugihan adalah cara cepat kaya yang bisa ditempuh oleh semua orang.
    Namun hanya sedikit orang yang bisa melakukannya mengingat pesugihan memerlukan ritual dan amalan yang sangat sulit.
    selain itu pesugihan juga biasanya memerlukan tumbal jika ada pesugihan tanpa tumbal maka ini akan menjadi cara mudah cepat kaya yang lebih baik.

    BalasHapus