Filosofi Film Kung Fu Panda tentang Keyakinan & Kekuatan Tak Terbatas

Berberita.com - Film Kung Fu Panda (termasuk Kung Fu Panda 2 dan 3) menyimpan filosofi, makna dan substansi tentang kehidupan, terutama menyangkut soal keyakinan dan kekuatan tak terbatas. Filsafat kehidupan dari sesosok panda raksasa bernama Po ini muncul pada serial pertama, The Dragon Warrior.

Dalam sinopsis jalannya cerita film ini, mengisahkan tentang adanya ksatria naga (dragon warrior) di Valley of Peace. Masih menjadi misteri siapa yang menjadi ksatria naga itu.

Bahkan, Tai Lung, anak asuh sekaligus murid Master Shifu yang punya kekuatan luar biasa hingga mengalahkan Master Shifu sendiri bukanlah ksatria naga, meski ia sangat ingin menjadi dragon warrior.

Sebab, guru Shifu, Master Oogway melihat kegelapan dalam hati Tai Lung. Salah satu yang diincar Tai Lung adalah dragon scroll. Di dalam dragon scrooll diyakini menyimpan kekuatan yang tidak terbatas.

kung fu panda po dragon warrior

Saat dragon scroll diberikan kepada Po, betapa terkejutnya Po, Master Shifu dan furious five (Tigress, Monkey, Mantis, Viper, dan Crane), karena ketika dibuka tidak ditemukan apa-apa dalam dragon scroll.

Master Shifu pun tidak mengerti kenapa tidak ada pesan atau tulisan apa-apa dalam dragon scroll yang diyakini menyimpan kekuatan misterius tidak terbatas. "Oogway tidak lebih dari seorang kura-kura tua bodoh. Saya bukan dragon warrior yang bisa menghentikan Tai Lung," kata Po kesal.

Dengan kebingungan, akhirnya Master Shifu meminta furious five untuk mengevakuasi warga di bagian lembah Valley of Peace. Sementara itu, Tai Lung yang keluar dari penjara selama 20 tahun datang ke Valley of Peace dan mengalahkan Master Shifu.

Saat bertemu dengan ayahnya, seekor bebek, Po tiba-tiba diceritakan bahwa tidak ada resep rahasia dalam sup di restoran yang dijual. "The secret ingredient of my secret ingredient soup.. is nothing. But you heard me. To make something special, you have to believe it is special. There is no secret ingredient," ujar ayah Po.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, artinya setidaknya seperti ini: "Resep rahasia dari resep rahasia sup.. adalah tidak ada. Tapi kamu mendengarkannya. Untuk membuat sesuatu yang istimewa, kamu harus percaya itu istimewa. Tidak ada resep rahasia," kata ayah Po yang seekor bebek.

Seperti mendapatkan nasehat, Po menemukan rahasia kenapa dragon scrooll itu kosong. Saat melihatnya, Po melihat wajahnya dalam lembaran gulungan naga.

Dia menemukan titik temu bahwa tidak ada kekuatan tak terbatas, kecuali keyakinan diri, kepercayaan diri, dalam bahasa Inggris believe. Itulah kenapa gulungan naga (dragon scroll) yang diyakini berisi pesan rahasia kekuatan tak terbatas ternyata kosong, karena sesungguhnya kekuatan tak terbatas itu ada pada keyakinan diri.

Setelah menemukan makna itu, Po kemudian naik ke Valley of Peace, menemukan Tai Lung yang hampir membunuh gurunya sendiri, Master Shifu. Po menantang Tai Lung dan menyatakan dirinya sebagai dragon warrior.

Gulungan naga pun ditunjukkan pada Tai Lung yang membuatnya ingin mengambilnya. Dari sini, pertempuran hebat terjadi. Po yang hanya berbekal kung fu minim bisa mengimbangi Tai Lung yang kekuatannya mengerikan.

Saat dragon scroll dibuka Tai Lung, isinya kosong. Dia tidak percaya dan murka. Dia menghajar Po, tetapi justru Po membalasnya dengan bertubi-tubi. Tai Lung pun dikalahkan dengan jurus Wuxi Finger Hold, semacam menyentuh jari seperti yang diajarkan Master Shifu.

Po akhirnya mendapatkan hormat dari furious five dan diakui sebagai master kung fu sejati. Film ini hendak menyampaikan kepada penonton bahwa rahasia kekuatan tak terbatas itu ada pada keyakinan, believe.

Itulah filosofi film Kung Fu Panda dengan sinopsis alur cerita singkat/lengkap yang penuh dengan makna, arti, dan pesan-pesan moral spiritual yang begitu menyentuh. Saat ini, ada film Kung Fu Panda 2 dan 3 yang juga penuh dengan pesan. (*)

0 Response to "Filosofi Film Kung Fu Panda tentang Keyakinan & Kekuatan Tak Terbatas"

Poskan Komentar