Cerita Misteri Pesugihan Gunung Kawi Minta Tumbal Anak Kandung

Anak Agus masih terlelap tidur. Di benak Agus, dia terbayang-bayang tentang pengalamannya mengembara ke alam pesugihan Gunung Kawi. Dia tahu bahwa anak kandung satu-satunya itu diminta untuk menjadi tumbal.

Dia masih berpikir apakah merelakan anak kandung satu-satunya itu untuk tumbal pesugihan atau harta benda berupa uang, emas, mobil dan rumah mewah. Dia kemudian tidur di samping anaknya, memeluknya.

Hatinya bingung, bimbang. Dia ingin cepat kaya mendadak dan segera bisa melunasi hutangnya sebesar Rp 400 juta atau anaknya. "Ah, jelas pilih anak saya," pikirnya.

Tapi, kata Agus dalam hati, rumahku akan segera disita bank dan dilelang. Mobil dan uang tabunganku tidak cukup untuk melunasi hutangku karena bangkrut menggarap proyek dari pemerintah. Bisnis jual beli sepeda motor jangan sampai ikut hilang.

Obyek Wisata Candi Gunung Kawi
Obyek wisata Candi Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur (Wikipedia)

Usaha jual beli sepeda motor adalah satu-satunya bisnis Agus di samping bermain proyek pemerintah. Dengan sigap, Agus segera mengambil celana pendek anaknya itu untuk diserahkan kepada pelawangan atau juru kunci pesugihan Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Misteri pesugihan yang akan diambil Agus itu disimpan dalam-dalam. Jangan sampai cerita dan kisahnya mengambil pesugihan diketahui istrinya. Sesekali dia melihat istrinya yang tengah tidur di ranjang.

Setelah sempat menengok istrinya, ia kembali ke kamar anaknya. Tak disangka, anaknya terbangun. Agus kaget ketika anaknya bertanya, "Celana pendek saya mau dibuat apa, yah. Kok dibawa."

Agus tersenyum, mengembalikan celana pendek anaknya itu ke lemari. Dia memeluk erat anaknya dan berkata, "Tidak apa-apa. Akhir pekan kita liburan ya, nak. Cuma lihat celana pendeknya masih bagus atau sudah rusak untuk liburan."

Tak diduga, Agus langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan sholat sunnah. Dalam doanya, dia memohon ampun kepada Allah dan membatalkan niatnya untuk menjadikan anak kandung satu-satunya itu sebagai tumbal pesugihan Gunung Kawi.

Agus tidak tega melihat gambaran anaknya ketika disiksa dalam sumur di alam gaib pesugihan. Dia meneteskan air mata dan terbayang-bayang akan nasib anaknya yang hampir saja dijadikan tumbal pesugihan.

Tak lama setelah peristiwa itu, bisnis jual beli motor Agus laku keras. Dia mengajukan modal kepada bank untuk pengembangan bisnisnya. Padahal, pengajuan modal itu sebetulnya untuk membayar hutang sebelum rumahnya disita.

Teman-temannya yang kaya dan punya uang juga terharu dengan kisah misteri yang menimpa Agus, kemudian meminjami uang untuk melunasi hutang. Dia kemudian berpikir, "pesugihan sejati berasal dari Allah. Dialah yang maha memberikan rezeki."

Dengan pesugihan Islam langsung dari Allah, berdoa sungguh-sungguh, tawakal, ikhtiar dan kerja keras, Allah akhirnya mengabulkan doanya. Dan, pesugihan dari Tuhan langsung tanpa meminta tumbal seperti setan.

Cerita misteri pesugihan Gunung Kawi minta tumbal anak kandung ini bisa menjadi pembelajaran, pengalaman dan bekal kepada kita semua bahwa tidak ada pesugihan yang sejati tanpa Allah. Kaya yang sejati adalah kesehatan, anugerah rezeki berupa kekayaan yang melimpah dari hasil kerja keras, dan keutuhan keluarga rumah tangga seperti istri dan anak.

Anda saat ini berada di halaman kedua dari cerita pendek (cerpen) seputar kisah nyata pesugihan. Baca sambungan cerita sebelumnya: Kisah Nyata Pesugihan Gunung Kawi Minta Tumbal Keluarga (bagian 1)

0 Response to "Cerita Misteri Pesugihan Gunung Kawi Minta Tumbal Anak Kandung"

Poskan Komentar