Pesona Gerbang Kudus Kota Kretek & Misterinya

KUDUS, Berberita.com - Gerbang Kudus Kota Kretek atau disingkat GKKK atau GK3 adalah sebuah pintu masuk Kabupaten Kudus dari arah Demak, Jawa Tengah. Bentuknya seperti daun tembakau dengan jumlah jari-jari sebanyak 59 ruas yang begitu indah saat malam hari.

Keberadaan Gerbang Kudus Kota Kretek sekaligus menyambut warga yang datang atau melintas di Kudus. "Selamat Datang di Kudus Kota Kretek."

Pesona pintu masuk Kudus ini begitu indah dan memukau pada saat malam hari dengan lampu-lampunya yang memancar. Pesona keindahannya wajar, mengingat gerbang itu dibangun dengan dana yang sangat fantastis, yaitu Rp 16,125 miliar.

GKKK diresmikan pada 27 April 2016 yang melambangkan kota asal rokok kretek, yaitu Kudus. Kabupaten ini ingin memiliki ikon baru yang menjadi filsafat budaya dan sosial masyarakat Kudus.

Kabupaten Kudus dikenal lama sebagai penghasil rokok, sehingga GKKK diharapkan menjadi ikon budaya masyarakat setempat. Itulah sejarah, asal-usul, atau asal mula dibangunnya gerbang mewah GK3.

Gambar pintu selamat datang gerbang masuk Kudus Kota Kretek malam hari
Gambar pintu selamat datang gerbang masuk Kudus Kota Kretek malam hari

Gerbang Kudus Kota Kretek berlokasi di kawasan Taman Tanggul Angin, terletak di jalur pantura yang merupakan jalan nasional, perbatasan Kudus dan Demak. "Bangunan yang futuristik diharapkan semakin mengokohkan Kudus sebagai Kota Kretek," ujar Senior Manager Public Affairs PT Djarum Purwono Nugroho saat berbincang dengan Berberita.com, Rabu (27/4).

Filosofi dan misteri
Gerbang Kudus Kota Kretek (GK3) memiliki filosofi pada setiap unsur bangunannya. Batas atas berbentuk daun tembakau dengan jari-jari 59 ruas. Artinya, angka 5 adalah lambang rukun Islam.

Angka 9 memiliki arti dan makna walisongo sebagai tokoh penyebar agama Islam di Nusantara. Di Kudus sendiri terdapat salah satu makam Walisongo, yaitu Sunan Muria dan Sunan Kudus.

Bagian bawah berbentuk 4 tiang cengkeh yang menopang daun tembakau. 4 tiang cengkeh itu punya makna 4 pilar kebangsaan Indonesia yang harus dipegang teguh manusia Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek dibuat dari bahan stainless steel dan beton berbentuk simetris yang menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat Kudus dalam kehidupan yang harmoni.

Sekali lagi, Gerbang Kudus Kota Kretek keindahannya akan tampak luar biasa ketika pada malam hari. Ikon baru negeri Sunan Kudus ini berdiri di atas lahan seluas 1106 meter persegi, tinggi bangunan 12 meter dari permukaan jalan, lebar gerbang dan bentang daun mencapai 21 meter, dan panjang daun mencapai 48,75 meter.

Yang lebih mengejutkan, berdirinya Gerbang Kudus Kota Kretek yang jatuh pada tanggal 27 April bertepatan dengan berdirinya Masjid Agung dan Menara Kudus. Tak ayal, sejarah dan asal usul GKKK semakin dipenuhi dengan unsur mistis nan penuh misteri. (*)

0 Response to "Pesona Gerbang Kudus Kota Kretek & Misterinya"

Poskan Komentar