20 Tempat Wisata di Pati Terpopuler & Terbaik

Berberita.com - Tempat wisata di Kabupaten Pati Jawa Tengah memang menyimpan objek yang begitu indah, mulai obyek wisata alam, religi, heritage atau peninggalan sejarah, kuliner, hingga tradisi atau budaya.

Lantas, daftar 20 tempat wisata di Pati terpopuler, terbaik dan paling sering dikunjungi di mana saja? Berikut daftar objek wisata di bumi mina tani yang berhasil diolah Berberita.com dari Department of Culture, Tourism, Youth and Sport Affairs of Pati Regency, Central Java, Indonesia.

Sebagai catatan, Kabupaten Pati dikenal dengan beragam julukan mulai dari bumi mina tani, kota pensiunan, kota seribu paranormal (Hogwarts van Java), kota Manggis, Kota Kacang karena ada Pabrik PT Dua Kelinci dan Garuda, dan terakhir ada media lokal (Direktoripati.com) yang menjuluki daerah di pesisir laut utara Jawa ini dengan sebutan "The Core of Java" yang artinya "Intinya Jawa" atau Saripati-nya Pulau Jawa.

20 Tempat Wisata di kabupaten Pati Terpopuler Terbaik

Makam Syekh Mutamakkin
Makam Syekh Ahmad Mutamakkin atau dikenal dengan Mbah Mutammakin berlokasi di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati.

Makam ulama yang namanya termashur di seluruh antero Nusantara ini dikunjungi sekitar 500 ribu pengunjung setiap tahun yang menempatkan makam ini sebagai destinasi wisata terbaik dan terpopuler yang paling sering dikunjungi.

Angka kunjungan peziarah di Makam Syekh Ahmad Mutamakkin membuat redaksi Berberita.com menempatkan peringkat pertama sebagai obyek wisata paling sering dikunjungi di Pati.

Anda bisa mengagendakan wisata religi di sana. Banyak tokoh penting yang datang ke sini. Sejarah, silsilah keturunan, mitos dan legenda yang berkembang di masyakakat menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Makam Syeh Jangkung Saridin
Makam Syeh Jangkung atau Saridin berlokasi di alamat Dukuh Landoh, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Pati, hanya berjarak 1 km dari jalan raya yang menghubungkan Kayen-Sukolilo.

Sosok wali mistis asal Pati selatan ini menjadi topik pembicaraan banyak kalangan di Indonesia, mulai dari cerita, asal usul, legenda, mitos dan unsur mistis yang begitu kental berkembang pesat.

Setiap tahun, ada sekitar 202 ribu pengunjung yang menggelar ziarah atau wisata religi di makam Syeh Jangkung. Dengan begitu, tempat ini mendapatkan peringkat dua dari 20 obyek wisata di Kabupaten Pati terbaik yang paling sering dikunjungi.

Wahana waterboom Juwana Water Fantasy (JWF)
Wisata air Juwana Water Fantasy (JWF) menjadi objek wisata yang mulai digemari masyarakat, terutama keluarga dan anak-anak karena berada di jalur pantura Pati bagian timur, tepatnya berlokasi di alamat Jalan Juwana-Rembang Km 8, Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Tiket masuk wahana ini mulai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Di sana, Anda bisa menemukan kolam air, air tumpah, kolam arus, goa hantu, arena bermain anak, playground, becak air, rotary coaster, bioskop 3D, flying fox, bumper car, miniatur keajaiban dunia, family karaoke, dan lain sebagainya.

Dalam setahun, tempat wisata yang cocok untuk liburan keluarga dan anak-anak ini diserbu lebih dari 50 ribu pengunjung yang membuat wahana ini masuk 3 peringkat besar wisata di Pati.

Wisata industri PT Dua Kelinci
Dalam tiga tahun terakhir, PT Dua Kelinci membuka wisata industri untuk umum. Sejumlah pelajar dan mahasiswa acapkali datang ke sini untuk wisata industri.

Berlokasi di alamat Jalan Pati-Kudus Km 6,3 Pati, Jateng, wisata industri di PT Dua Kelinci berhasil menyedot pengunjung hingga 37,3 ribu yang berhasil menempatkannya menjadi tempat wisata terbaik dan paling populer di bumi mina tani di peringkat 4.

Desa Wisata Pemancingan Talun
Konsepnya sederhana. Sebuah desa diubah menjadi semacam puluhan tambak dengan rumah makan sederhana lesehan hingga menjadi obyek wisata di Pati yang paling banyak dikunjungi.

Lokasinya berada di alamat Desa Talun, Kecamatan Kayen. Cukup jauh dari jalur jalan raya. Justru itulah sensasi menggelar traveling di sini.

Dalam setahun, kawasan ini dikunjungi sekitar 36 ribu orang dari berbagai daerah untuk mencicipi segarnya ikan tawar yang baru saja dipancing. Tempat wisata pemancingan yang sederhana ini menempati peringkat 5.

Waduk Gunung Rowo
Bicara soal wisata di Pati, wisatawan tidak akan asing lagi dengan danau indah peninggalan zaman penjajahan Belanda. Pesona waduk dengan hutan yang mengelilingi dipadu pemandangan pegunungan Muria yang begitu memukau membuat waduk Gunung Rowo menjadi destinasi wisata paling menawan.

Objek wisata ini berlokasi di alamat Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati. Setiap tahun, daerah ini dikunjungi sekitar 26,3 ribu orang yang menempatkannya di posisi ke-6 terbaik.

Pintu gerbang Majapahit
Pintu gerbang Majapahit adalah peninggalan (heritage) bersejarah di Pati yang berlokasi di alamat Dukuh Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati.

Pintu yang diyakini peninggalan putera Sunan Muria itu berhasil dikunjungi sekitar 20 ribu orang setiap tahun hingga menempatkannya pada peringkat ke-7.

Banyak sekali sejarah, asal-usul, legenda dan mitos terkait dengan mistis yang berkembang di masyarakat. Tapi, sejumlah sejarawan ada yang meragukan jika pintu itu peninggalan zaman Majapahit karena belum ada tes ilmiah atau uji karbon yang menyatakan kayu itu ada pada era kejayaan Majapahit.

Petilasan Kadipaten Pati Genuk Kemiri
Genuk Kemiri diyakini pemerintah dan masyarakat Pati sebagai petilasan kadipaten Pati yang pertama kali dibangun. Lagi-lagi, unsur mistis, mitos dan legenda yang menyejarah menjadi bagian penting dalam obyek wisata genuk kemiri.

Setiap tahun, tempat bersejarah di Pati itu dikunjungi sekitar 19,5 ribu orang, terpaut tipis dengan wisata pintu gerbang majapahit sehingga peringkatnya ke-8. Lokasinya berada di Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati Kota.

Haul Sunan Prawoto
Makam Sunan Prawoto atau yang dikenal dengan Raden Bagus Mukmin dengan ejaan China Muk Ming berlokasi di alamat Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Letaknya berdekatan dengan Kabupaten Kudus dan Grobogan atau Purwodadi, karena berada di bumi mina tani di ujung selatan.

Selain banyak dikunjungi peziarah, Makam Sunan Prawoto setiap tahun diadakan haul yang bisa dipastikan menjadi agenda wisata budaya (cultural tourism) di Sukolilo. Banyak warga yang berdatangan ke haul Sunan Prawoto, bahkan wisatawan asing sekalipun.

Beberapa waktu lalu, bule atau wisatawan mancanegara dari Amerika Serikat, Hongaria, Papua Nugini, Libya dan lain sebagainya. Kanjeng Ratu Keraton Surakarta Hadiningrat Wandansari juga hadir dalam acara haul tersebut.

Dalam setahun, haul Sunan Prawoto diserbu sekitar 15 ribu orang yang menempatkannya menjadi daerah wisata budaya dengan peringkat ke-9.

Lomban, Sedekah Laut Tayu
Tradisi Lomban atau sedekah laut dengan larung sesaji untuk mengharap berkah kepada Tuhan yang Maha Esa di Kecamatan Tayu berhasil menyedot pengunjung 15 ribu orang setiap tahunnya.

Tradisi itu digelar para nelayan pada bulan Syawal atau tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri di mana warga menyebutnya "Bodho Kupat" atau Lebaran Ketupat. Meriahnya Tradisi Lomban membuatnya berada di peringkat ke-10 dengan kategori wisata budaya.

Gua pancur
Wisata alam di Gua Pancur yang berlokasi di alamat Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen paling diminati dengan agenda "susur goa".

Di sana, traveler bisa menyusuri perut gua hingga kedalaman belasan kilometer. Benar-benar fantastis, luar biasa. Redaksi Berberita.com sendiri sebetulnya menempatkan objek wisata ini sebagai peringkat satu dengan kategori wisata alam paling indah di Pati bumi mina tani.

Sayangnya, dengan pengunjung hanya 14,2 ribu setiap tahunnya, maka obyek ini mendapat peringkat ke-11. Susur gua menjadi agenda traveling paling menakjubkan di kawasan pegunungan Kendeng itu.

Waterboom Sendang Sani
Kawasan wisata air yang berlokasi di alamat Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu ini dikunjungi sekitar 12 ribu orang setiap tahun hingga menempatkannya pada peringkat ke-12 dengan kategori wisata bermain anak-anak dan liburan keluarga.

Sedekah laut Juwana
Selain di Kecamatan Tayu, tradisi Lomban ternyata sudah familier di wilayah pantura timur. Kabupaten Jepara juga mengenal lomban, sama halnya dengan Juwana di mana pusat perayaan berada di pelabuhan Juwana.

Setiap tahun, tradisi Lomban di Juwana berhasil menggaet sekitar 9,6 ribu orang setiap tahun. Ini juga menjadi agenda wisata budaya yang begitu menawan. Kepala kerbau biasa dilarung dalam tradisi Lomban. Peringkat ke-13.

Gua Wareh
Gua Wareh adalah obyek wisata di wilayah pegunungan Kapur Utara, berlokasi di alamat Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo.

Sejarah, asal-usul, legenda dan mitos begitu melekat dalam cerita gua wareh bagi penduduk setempat. Menurut cerita tutur setempat yang berhasil dihimpun Berberita.com, warga yakin bila tempat ini dulunya sebagai tempat Semar untuk bersemedi.

Karena legenda sesepuh Punakawan yang berkembang di penduduk setempat itulah, gua wareh identik dengan mistis dan beberapa kali digunakan sebagai ritual atau mengasah spiritual.

Setiap tahun, gua wareh berhasil menggaet sekitar 9 ribu pengunjung sehingga menempatkannya pada peringkat ke-14 sebagai obyek wisata yang sering dikunjungi di Pati.

Air terjun Grenjengan Sewu
Wisata air terjun grenjengan sewu berlokasi di alamat Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal. Letaknya berada di lereng pegunungan Muria, dekat dengan Vihara Saddhagiri.

Dengan ketinggian 75 meter dan air terjun lebarnya hingga dua meter membuat kawasan ini sangat eksotis, indah dan memukau. Apalagi bagian dari lereng Gunung Muria. Benar-benar eksotis!

Dengan pengunjung sekitar 8,7 ribu setiap tahun, menempatkan objek wisata alam yang indah ini dengan posisi ke-15. Sayangnya, jalan menuju lokasi begitu jauh dari perkotaan, yakni sekitar 45 kilometer dari jantung Kota Pati atau sekitar 1 jam lebih dengan jalan yang terjal.

Namun, bagi traveler, jalan menuju lokasi air terjun grenjengen seribu malah menantang. Ekstrem dan menarik, guys! Alami banget!

Kebun Kopi Jolong
Perkebunan kopi di Desa Jolong, Kecamatan Gembong menjadi sentra atau pusat penghasil kopi terbesar di Pati. Objek wisata ini sangat alami karena jauh dari polusi udara.

Terlebih, banyak bangunan khas Belanda bisa ditemukan di sini. Angker, ya? Tidak. Indah malahan. Begitu eksotis.

Dengan pengunjung sekitar 7,4 ribu orang setiap tahun, lokasi yang asri, hijau dan teduh ini menjadi peringkat ke-16 sebagai tempat wisata terbaik dan paling eksotis di Pati.

Haul Nyai Ageng Ngerang
Makam Nyai Ageng Ngerang yang berlokasi di alamat Dukuh Ngerang, Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Pati selatan menjadi satu agenda wisata religi yang banyak dikunjungi.

Setiap tahun, makam ini termasuk event haul dihadiri sekitar 5,2 ribu pengunjung menempatkannya peringkat ke-17. Biasanya, Ratu Kasunanan Surakarta juga hadir dalam haul ini.

Siapa Nyai Ageng Ngerang? Beliau adalah leluhur penguasa Pati yang melahirkan Wasis Jayakusuma sebagai adipati Pati hingga menurunkan raja-raja Jawa di Kesultanan Mataram.

Situs Candi Kayen
Situs Candi Kayen ditemukan tak lama oleh warga setempat yang kemudian selalu diekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta setiap tahun. Sebagai situs yang diyakini peninggalan leluhur manusia Nusantara pada zaman Hindu-Buddha kuno, tempat ini dikunjungi sekitar 4,5 ribu orang setiap tahun.

Peninggalan yang diyakini pada masa peradaban Hindu-Buddha kuno ini menjadi objek wisata di Pati terpopuler ke-18.

Edu Agroeduforestry Resort (EAR) Regaloh
Kawasan ini dikenal dengan bumi perkemahan Regaloh berada di alamat Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu.

Di sini, wisatawan bisa menjumpai hamparan kebun murbei atau mulberry dan buahnya bisa dipetik. Kebun ini sebetulnya untuk menghasilkan ulat sutra untuk memproduksi kain sutra yang sangat mahal.

Lokasi ini populer untuk perkemahan atau camping ground untuk anak-anak, siswa atau pelajar pramuka. Dengan pengunjung sekitar 3,2 ribu setiap tahun, menempatkan lokasi wisata ini peringkat ke-19 di Pati.

Pati Night Carnival
Event ini menjadi salah satu agenda tahunan di Pati yang menjadi wadah bagi para seniman di Pati. Biasanya, batik khas Pati seperti bakaran selalu menjadi suguhan utama dalam perhelatan akbar Pati Night Carnival.

Setiap tahun, acara ini berhasil merebut pengunjung sekitar 3,2 ribu orang. Event yang menjadi pameran bagi karya atau produk mahakarya manusia Pati ini menempati posisi ke-20.

Sebetulnya, masih sangat banyak obyek wisata di Pati yang menarik seperti pantai banyutowo, sendang sani yang akrab dengan legenda Kanjeng Sunan Kalijaga atau Sunan Bonang dan bulus sakti, perayaan Meron di Sukolilo sebagai agenda wisata budaya, prosesi Hari Jadi Kadipaten Pati, Waduk Seloromo di Gembong, dan lain sebagainya.

Itulah 20 tempat wisata di Pati terpopuler dan terbaik, paling indah, eksotis, menawan dan paling banyak dikunjungi wisatawan. Semoga bermanfaat. (*)

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Direktoripati.com, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati Jawa Tengah Indonesia.

0 Response to "20 Tempat Wisata di Pati Terpopuler & Terbaik"

Poskan Komentar