Ini Fakta Indonesia Darurat Narkoba dan Pelecehan Seksual

Artikel Indonesia darurat narkoba dan pelecehan seksual ini dibuat untuk menjadi pengetahuan bersama bahwa dilihat dari segi budi pekerti, generasi anak muda saat ini jauh dari ajaran para leluhur. Globalisasi dan modernisme menjadi salah satu penyebabnya!

Presiden Joko Widodo dalam sebuah kuliah umum di Universitas Gajah Mada pada 10 Desember 2014 mengatakan, sedikitnya ada 40 sampai 50 orang di Indonesia meninggal dunia, mati atau tewas setiap hari akibat penyalahgunaan narkoba.

Apa yang dikatakan Jokowi benar, Indonesia saat ini memasuki era darurat narkoba. Sementara itu, data yang dihimpun redaksi Berberita.com dari Badan Narkotika Nasional (BNN), kerugian negara mencapai Rp 50 triliun per tahunnya gara-gara penyalahgunaan narkotika juga.

BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2011 juga merilis, sebanyak 2,2 persen atau 4,2 juta jumlah penduduk Indonesia pada usia 10 hingga 59 tahun menggunakan narkoba.

Foto Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa
Khofifah berikan kuliah umum Indonesia darurat narkoba, pornografi dan miras

Pada tahun 2015, pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai angka 2,8 persen atau setara dengan 5,1 juta orang. Benar-benar darurat narkoba!

Polda Metro Jaya pada 2013 juga merilis, siswa sekolah menengah pertama (SMP) pengguna napza sekitar 1.345 orang pada tahun 2011 dan naik menjadi 1.424 orang pada tahun 2012, dan pada bulan Januari hingga Februari 2013 ditemukan 262 pengguna baru.

Menanggapi data-data tersebut, Prof Dadang Hawari dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2013 mengatakan, "Jumlah sesungguhnya bisa 10 kali lipat dari data yang berhasil dikumpulkan sejumlah lembaga."

Karena itu, Kementerian Sosial RI melalui apa yang disampaikan Mensos Khofifah Indar Parawansa mengatakan, butuh koordinasi lintas sektor yang menjadi solusi terhadap kondisi Indonesia yang memasuki era darurat narkoba.

Adapun pemangku kepentingan yang diharapkan bisa menanggulangi kondisi Indonesia darurat narkoba, antara lain BNN, Kepolisian RI, Jaksa Agung, Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Darurat pelecehan seksual
Bagaimana dengan kondisi Indonesia darurat pelecehan seksual? Data yang dihimpun Berberita.com dari Kemensos, sedikitnya ada 45 persen masalah anak bermasalah dengan hukum (ABH) dari total 100 persen ABH.

Ini menunjukkan, pelecehan seksual menjadi salah satu kasus atau problem yang terjadi di Indonesia saat ini yang harus diatasi bersama, mulai dari kalangan pendidik baik guru, dosen hingga orangtua, termasuk regulasi dari pemerintah. Ini fakta!

Dilihat dari segi budi pekerti, moral anak bangsa yang sudah terjebak dalam dunia narkoba benar-benar merosot. Ini tugas bersama, termasuk menanamkan ajaran budi pekerti dalam mata pelajaran yang diajarkan secara serius dan seksama oleh guru atau tenaga pendidik agar generasi bangsa tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang bisa merusak masa depan mereka.

Demikian artikel tentang fakta Indonesia darurat narkoba dan pelecehan seksual yang diterbitkan pada tahun 2015 diambil dari berbagai sumber dan referensi, mulai dari pernyataan Jokowi, BNN, Polda Metro Jaya, Puslitkes UI, hingga Kementerian Sosial. Harap cantumkan sumber jika Anda ingin menjadikan artikel ini sebagai rujukan untuk membuat makalah atau tulisan ilmiah lainnya. (*)

0 Response to "Ini Fakta Indonesia Darurat Narkoba dan Pelecehan Seksual"

Poskan Komentar