Ini 10 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional memang sangat mencolok, baik dari segi operasional maupun substansinya. Karena itu, persamaan keduanya hampir sulit dicari karena memang pada dasarnya berbeda.

Marketing Communication Asuransi Tafakul Keluarga Ahmad Prasetyadi mengatakan, pembagian risiko (transfer of risk) membedakan keduanya.

Dalam asuransi syariah, pembagian resiko ditanggung antarnasabah. Sedangkan asuransi konvensional, transfer risiko memiliki proses dari nasabah ke perusahaan.

"Tugas, fungsi dan peran tafakul adalah fasilitator untuk mengumpulkan uang dari nasabah atau peserta asuransi. Dana yang terkumpul itu punya manfaat perlindungan kepada para nasabah sendiri," tuturnya.

Konsep tersebut, kata dia, dinamakan prinsip tabarru' yaitu dana yang terkumpul dari para peserta asuransi diikhlaskan untuk saling tolong menolong dan membantu kepada sesama nasabah.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional
Asuransi syariah

  1. Prinsip tabarru' dengan konsep transfer resiko antarsesama nasabah.
  2. Keunggulan dan kelebihan asuransi syariah pada tujuan sosial dan ibadah
  3. Memiliki dewan pengawas syariah (DPS)
  4. Akad tabarru', artinya hibah
  5. Investasi dana bagi hasil atau dalam konsep ekonomi Islam adalah mudharabah yang bersih dari dharar, masysir dan riba
  6. Kepemilikan dana asuransi atau premi milik nasabah/peserta, bukan perusahaan. Perusahaan hanya mengelola saja
  7. Pembayaran klaim diambil dari dana tabarru' yang dikumpulkan bersama
  8. Laba/keuntungan dibagi antara nasabah dan perusahaan sesuai dengan proporsinya
  9. Prinsip sharing of risk, yaitu berbagi resiko
  10. Nasabah dibebani bayar zakat

BACA JUGA: Hukum Asuransi menurut Islam, Halal atau Haram?

Asuransi konvensional

  1. Transfer risiko dari nasabah ke perusahaan
  2. Bermotif bisnis, laba-rugi
  3. Tidak ada dewan pengawas syariah (DPS)
  4. Akad seperti jual beli
  5. Landasan investasinya berdasarkan bunga yang berpotensi riba
  6. Premi milik perusahaan seutuhnya
  7. Klaim diambil dari rekening perusahaan
  8. Laba/keuntungan menjadi milik perusahaan
  9. Prinsip transfer of risk adalah pengalihan risiko dari nasabah ke perusahaan asuransi
  10. Tidak ada beban zakat

0 Response to "Ini 10 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional"

Poskan Komentar