Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Komitmen Bersama

Berberita.com - BANJIR yang melanda kota Semarang pada awal Februari 2009 lalu, membuat roda perekonomian lumpuh. Sebelumnya, pada tahun 1990 terjadi tragedi banjir masal yang menelan banyak korban.

Peristiwa tersebut mengingatkan kepada khalayak betapa daerah aliran sungai (DAS) Garang yang meliputi wilayah kota Semarang, kabupaten Semarang, kabupaten Kendal, dan beberapa wilayah kabupaten Demak, membutuhkan sentuhan tangan bijak untuk kemaslahatan bersama.

Tercapainya tujuan “bali ndeso mbangun ndeso” demi masyarakat yang sejahtera, tak mungkin terwujud tanpa adanya upaya untuk menjaga, merawat, dan memulihkan kawasan DAS Garang. Karena itu, sebuah kelembagaan untuk mengelola DAS secara terpadu diperlukan.

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Meski begitu, elemen kelembagaan saja belum memadai untuk mengelola DAS secara baik tanpa adanya peran dari masyarakat dan pemangku kebijakan, seperti dinas kehutanan, pertanian, LH, PU, ESDM, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dari segi kelembagaan, saat ini di wilayah Balai Pengelolaan DAS Pemali Jratun memiliki sekitar tujuh forum DAS, antara lain Forum DAS Jawa Tengah yang dipelopori BPDAS Pemali Jratun dan Dinas Kehutanan Jawa Tengah untuk wilayah Semarang, Forum DAS Kawasan Muria yang meliputi kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara, Forum DAS Cacaban (Tegal), Forum DAS MDM sub DAS Laban (Boyolali), Forum DAS MDM Sub DAS Kreo (Kendal), Forum DAS MDM Sub DAS Sengkarang (Pekalongan), hingga forum khusus untuk wilayah DAS Garang, yaitu Forum DAS Kepeninjauan DAS Garang.

Dengan adanya berbagai forum peduli DAS tersebut, diharapkan dapat memberikan rekomendasi ke berbagai instansi yang bertanggung jawab atas kelestarian daerah DAS. Selain itu, pemangku kebijakan Forum DAS Jawa Tengah, seperti pemerintah, akademisi, organisasi kelompok tani, LSM pemerhati lingkungan dan sosial, dunia usaha, serta industri yang memanfaatkan sumber daya alam pada DAS, diharapkan berada di garda paling depan dalam melestarikan lingkungan di wilayah DAS.

Forum DAS berperan penting terhadap pengelolaan DAS, salah satunya membantu pemerintah untuk merumuskan kebijakan pengelolaan DAS dan menyusun rencana pengelolaan DAS terpadu, memberikan pertimbangan terkait pelaksanaan pengelolaan DAS prioritas, serta berkontribusi dalam pemanfaatan sumber daya alam pada DAS.

 “Siapa pun bisa mengikuti forum DAS. Terkait DAS Garang yang apabila ditinjau dari berbagai aspek punya peran vital, kami justru mengharapkan munculnya forum-forum DAS baru yang peduli terhadap kawasan DAS Garang,” ujar Kepala BPDAS Pemali Jratun Hardanto kepada Berberita.com.

Kendala pengelolaan
Pengelolaan lahan pada wilayah DAS tidak lepas dari kendala, antara lain masalah ekologi, ekonomi, dan sosial. Kendala ekologi disebabkan berbagai kerusakan lingkungan, seperti lahan kritis, keterbatasan sumber daya alam yang masih lestari, erosi, sedimentasi, longsor, kesuburan tanah menurun, dan kerusakan lingkungan lainnya.

Sementara itu, kendala ekonomi dikarenakan adanya eksploitasi sumber daya alam, budidaya pada kawasan lindung, dan kebutuhan manusia yang meningkat untuk melakukan alih fungsi lahan atau perambahan. Faktor ekonomi ditengarai seringkali berbenturan dengan pengelolaan DAS, sehingga dibutuhkan terobosan untuk mencari titik temu antara “ekonomi” dan “lingkungan”.

Salah satu terobosan untuk mencari titik temu antara kepentingan ekonomi dan lingkungan, misalnya dengan menanam pohon jati dan sengon. Di satu sisi, pohon tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan. Di sisi lain, pohon sengon dan jati menyimpan nilai ekonomi yang tinggi.

Kendala sosial sendiri disebabkan oleh terbentuknya sentra produksi petani di kawasan lindung, terkikisnya kebiasaan untuk menerapkan kearifan lokal, pola cocok tanam yang sudah mengakar, dan apresiasi terhadap hutan sebatas pada nilai kayu.

Oleh karena itu, untuk mengagendakan pengelolaan DAS terpadu dibutuhkan komitmen antara pemangku kebijakan dan masyarakat luas untuk menyelamatkan DAS yang terlanjur kritis. Hal kecil yang dapat dilakukan untuk memberikan perubahan besar dalam menyelamatkan DAS adalah mencintai aktivitas menanam. Tiada hari tanpa menanam!

0 Response to "Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Komitmen Bersama"

Poskan Komentar