Ini Hukum Asuransi dalam Islam, Halal atau Haram?

hukum asuransi dalam islam halal haram
Hukum asuransi dalam Islam mengandung dua kemungkinan, yaitu halal dan haram. Pada prinsipnya, syariat Islam mengharamkan sesuatu yang mengandung unsur penipuan dan ada pihak yang dirugikan.

Pasalnya, hukum Islam sangat menjunjung tinggi konsep yang bernama "kemaslahatan". Sejauh asuransi itu maslahat, maka hukumnya halal.

Namun, jika asuransi itu mengambil unsur penipuan dan kerugian antara pihak-pihak yang saling melakukan perjanjian atau akad, maka bisa menjadi haram dan tidak boleh dilakukan.

Lalu, apa hukum asuransi dalam hukum Islam? Berikut artikel dan ulasan redaksi Berberita.com sebagaimana dikutip dari Islamcendekia.com mengenai seputar asuransi menurut syariat Islam.

Asuransi, halal atau haram?
Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadis riwayat Muslim mengatakan, jual beli dengan cara hashah (cara melempar kerikil) dan cara-cara lainnya yang mengandung unsur penipuan itu dilarang dan tidak diperbolehkan.

Selain itu, Rasulullah Saw melarang bisnis yang mengandung perjudian, gambling atau spekulatif. Jika asuransi itu mengandung unsur penipuan dan spekulatif, bisa dikatakan haram.

Unsur taruhan atau dalam bahasa Arabnya "rihan" juga dilarang dalam suatu transaksi jual beli. Apakah asuransi juga mengandung ketidakpastian, penipuan dan spekulasi atau judi? Kalau iya, jawabnya haram karena syariat Islam sudah mengaturnya.

Dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 29 juga dijelaskan bahwa manusia dilarang untuk memakan harta sesama dengan jalan batil. Allah dalam Al Quran juga menyatakan, berniaga lah dengan cara suka sama suka.

Nah, apakah produk asuransi yang Anda pilih benar-benar mengandung unsur penipuan? spekulatif? ketidakpastian? Dan, Anda merasa asuransi itu dilakukan dengan cara yang batil, tidak sehat dan merugikan? Itu namanya haram!

Jadi, asuransi yang diperbolehkan dalam hukum Islam adalah yang benar-benar saling menguntungkan kedua belah pihak, tidak ada unsur spekulatif, tidak ada penipuan dan berlangsung sehat.

BACA JUGA: Penting! Ini 7 Trik Menghindari Penipuan Asuransi

Demikian artikel seputar hukum asuransi menurut Islam yang bisa Anda jadikan referensi untuk membuat makalah di kampus STAIN, IAIN dan UIN. Atau, sebagai inspirasi sebelum memilih produk asuransi. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Ini Hukum Asuransi dalam Islam, Halal atau Haram?"

Poskan Komentar