Ini Fakta Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Kehidupan [pdf]

Pengertian daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang berdampingan dengan sungai dan anak-anak sungai yang berfungsi untuk menampung, menyimpan, serta mengalirkan air dari curah hujan ke danau atau laut secara alami. Makalah dalam bentuk pdf biasa dicari untuk membahas kajian ini.

Pengelolaan daerah aliran sungai yang baik akan bisa memberikan penghidupan bagi lingkungan dan manusia yang hidup di dalamnya. Tapi, pengelolaan yang buruk bisa menyebabkan kehancuran bagi alam dan manusia di sekitarnya.

Makalah daerah aliran sungai sudah banyak dibahas dan dikaji oleh mahasiswa, dosen dan peneliti di berbagai perguruan tinggi atau kampus maupun peneliti lingkungan. Mulai dari bentuk-bentuk dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS).

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Karena itu, untuk menggambarkan betapa pentingnya DAS, redaksi Berberita.com menerbitkan artikel "Fakta DAS untuk Kehidupan" dalam bentuk PDF tetapi disuguhkan dalam bentuk "artikel biasa" yang bisa dijadikan referensi Anda dalam membuat makalah daerah aliran sungai. Semoga bermanfaat!

Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata “daerah aliran sungai” atau DAS? Apakah suatu daerah yang terdapat sungai di sekitarnya? Tepat sekali. Namun, lebih dari itu, DAS tidak sebatas dalam pengertian wilayah yang terdapat sungai, melainkan meliputi wilayah yang lebih luas cakupannya.

DAS tidak sebatas pada wilayah yang memiliki sungai di sekitarnya, melainkan suatu wilayah luas yang tak dibatasi wilayah administrasi. Di atas DAS tersebut manusia bertempat tinggal, menempati, sekaligus beraktivitas di atasnya.

Lingkungan adalah bagian dari kehidupan. Apabila lingkungan seimbang, manusia akan hidup sehat selaras berdampingan dengan alam. Sebaliknya, jika lingkungan rusak, dapat dipastikan kelangsungan kehidupan manusia akan terancam. Nah, sebagai bagian dari alam, DAS menyimpan sejuta peranan penting untuk mendukung keberlangsungan hidup di sekitarnya.

Berbicara soal wilayah DAS, ia dibagi menjadi tiga bagian fungsi, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Bagian hulu mengharuskan pengelolaan yang bersifat konservatif mengingat wilayah hulu memegang fungsi paling penting bagi kehidupan, yaitu sebagai daerah tangkapan air.

Bagian hulu yang lestari memungkinkan terserapnya curah hujan secara baik sehingga air yang mengalir ke wilayah bagian tengah dan hilir berkualitas. Sebaliknya, rusaknya bagian hulu akan berdampak pada banjir, longsor, sedimentasi, erosi, dan dampak berbahaya alam lainnya.

Karena itu, fungsi bagian hulu seyogianya dikembalikan secara alami. Agenda “menghutankan kembali” dengan cara merehabilitasi lahan dan hutan di wilayah hulu mendesak untuk segera dilakukan. Tak sebatas itu, penjagaan yang ketat terhadap aktivitas alih fungsi kawasan hulu menjadi prioritas utama sebagai manifestasi pengelolaan DAS secara preventif dan berkelanjutan.

Sementara itu, DAS bagian tengah mengharuskan setiap orang untuk memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya dengan baik. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk membangun lingkungan yang sehat, seperti penghijauan, sadar membuang sampah pada tempatnya, pembuatan waduk untuk penyimpan air, pengerukan sungai, dan aktivitas peduli lingkungan lainnya.

Di bagian hilir, tindakan nyata yang harus digalakkan adalah membuat sumur resapan sebagai bentuk gerakan untuk “memanen air”. Selain itu, pembuatan bendungan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir perlu diupayakan.

Meski begitu, pemeliharaan terbaik terhadap ketiga bagian wilayah DAS tersebut menekankan pada upaya preventif, yaitu kesadaran lingkungan yang diwujudkan dengan menggerakkan agenda penghijauan dan moratorium pembuatan bangunan permanen pada wilayah tangkapan air.

DAS dan “dua mata pisau”
Disadari atau tidak, DAS memberikan pilihan “dua mata pisau” bagi kehidupan di sekitarnya. Di satu sisi, pengelolaan lahan yang baik terhadap DAS akan memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan dan lingkungan yang sehat, sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi.

Di sisi lain, pengelolaan DAS yang buruk dapat menyebabkan bencana banjir di musim hujan, kekeringan di musim kemarau, erosi dan sedimentasi yang mengakibatkan rusaknya kesuburan tanah yang berujung pada penurunan ekonomi, bahkan hilangnya kearifan lokal, tradisi, dan budaya sekalipun.

Mengingat baik buruknya kondisi DAS mempengaruhi kondisi suatu wilayah, pengelolaan lahan di wilayah DAS yang mengedepankan konservasi menjadi agenda yang harus digalakkan. Untuk itu, peran dari pemerintah dan segenap masyarakat, seperti akademisi, swasta, LSM, dan kelompok masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk membuat perencanaan pengelolaan DAS, sekaligus mengawasi pelaksanaannya.

Kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan DAS merupakan investasi yang tidak ternilai harganya bagi keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, agenda pengelolaan dan pemeliharaan DAS menjadi tanggung jawab bersama. Menyelamatkan DAS sama halnya menyelamatkan kehidupan. Selamatkan DAS, selamatkan kehidupan!

Demikian artikel seputar pengertian daerah aliran sungai pdf, pengelolaan, bahaya dari kerusakan DAS yang bisa jadikan referensi Anda untuk membuat makalah di kampus/perguruan tinggi maupun keperluan lainnya. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Ini Fakta Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Kehidupan [pdf]"

Poskan Komentar